<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984</id><updated>2011-04-21T11:15:03.649-07:00</updated><title type='text'>Cermin Kehidupan</title><subtitle type='html'>Orang yang berfikir positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dari situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi dari pada frustasi, lebih suka memuji dari pada mengecam dan sebagainya. Empati adalah sifat yang sangat mengagungkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-113841737172139622</id><published>2006-01-02T18:50:00.000-08:00</published><updated>2006-01-27T19:02:51.876-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslim yang Sederhana</title><content type='html'>Menjadi orang yang sederhana adalah cita-cita setiap &lt;br /&gt;muslim. Sayangnya, cita-cita yang mudah untuk digapai ini, sangat sulit &lt;br /&gt;diwujudkan. Hanya orang-orang yang berimanlah yang dapat &lt;br /&gt;merealisasikannya. Sedangkan, sebagian besar kita, seolah terlena dengan &lt;br /&gt;hiruk pikuknya aktivitas dunia. Tidak berbeda antara yang kaya dan yang &lt;br /&gt;miskin. Kesederhanaan seolah permata yang hilang di tengah padang pasir &lt;br /&gt;sahara. &lt;br /&gt;Hidup sederhana atau bersahaja adalah sebuah pilihan. Sebab, Rasulullah &lt;br /&gt;SAW telah menjalaninya. Dan seharusnya kita melakukanya, bila menginginkan &lt;br /&gt;menjadi pengikutnya. Hidup bersahaja bukanlah hidup dalam serba &lt;br /&gt;kekurangan. Bukan pula hidup dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Sederhana &lt;br /&gt;adalah hidup di tengah-tengah, tidak berlebihan. Hidup bersahaja tidak &lt;br /&gt;identik dengan kemiskinan. Tetapi bisa jadi dalam gelimang harta kekayaan. &lt;br /&gt;Di sana ada sifat qanaah yang selalu berlaku adil dan bersyukur atas &lt;br /&gt;setiap rezeki yang diberikan allah. Di sana pula ada sikap zuhud yang &lt;br /&gt;menempatkan harta kekayaan di tangan bukan di hati. Tidak risau bila suatu &lt;br /&gt;waktu sang pemilik yang sebenarnya mengambilnya.&lt;br /&gt;Hidup sederhana menurut Dr. Hidayat Nur Wahid, adalah hidup yang istiqamah &lt;br /&gt;mengikuti ajaran Allah dan sunnah Rasulullah SAW. Ia tergambarkan dengan &lt;br /&gt;jelas dalam perilaku sehari-hari. Orang-orang yang sederhana hidupnya &lt;br /&gt;tidak berlebih-lebihan atau bermubadzir-mubadziran. Mereka juga tidak &lt;br /&gt;kikir, tidak bakhil, berperilaku moderat, berperilaku propfesional. &lt;br /&gt;Kesederhanaan tidak identik dengan sikap hidup yang malas dan negatif. &lt;br /&gt;Bukan pula sikap hidup yang membawa kemelaratan, kefakiran, atau kepapaan. &lt;br /&gt;Kesederhanaan justeru identik dengan sikap hidup yang terus berikhtiar &lt;br /&gt;mencari rezeki yang terbaik hingga kita bisa berinfak dan berzakat. Dengan &lt;br /&gt;berinfak atau berzakat sebagai ungkapan rasa syukur, Allah akan &lt;br /&gt;melipatgandakan rezeki kita. Harta atau rezeki yang dilipatgandakan itu &lt;br /&gt;nantinya akan dipergunakan kembali sebanyak-banyaknya untuk infak, zakat, &lt;br /&gt;dan membantu sesama. &lt;br /&gt;Sikap hidup sederhana yang dilandasi dengan keimanan akan menjauhkan dari &lt;br /&gt;penyimpangan-penyimpangan, termasuk penyimpangan ekonomi yang menjadi akar &lt;br /&gt;timbulnya korupsi. Orang yang sederhana akan terlihat dalam pakaiannya. &lt;br /&gt;Walaupun mampu membeli pakaian yang harganya jutaan rupiah, ia tidak &lt;br /&gt;melakukannya. Ia hanya memakai pakaian yang sesuai dengan standar di masyarakat. &lt;br /&gt;Hidup sederhana adalah hidup dalam proporsionalitas. Maksudnya sikap hidup &lt;br /&gt;yang pertengahan, tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Orang &lt;br /&gt;yang sederhana akan mengukur sikap dan perilakunya secara proporsional. &lt;br /&gt;Ini tercermin dalam pembicaraannya, dalam ibadahnya, dan dalam sikap hidup lainnya. &lt;br /&gt;Proposionalitas berkaitan dengan kondisi masing-masing setiap orang. &lt;br /&gt;Misalnya seseorang pebisnis yang sukses, menjadi kaya raya, akan sangat &lt;br /&gt;berbeda implementasinya dengan orang yang tidak sukses dalam bisnisnya. &lt;br /&gt;Seorang pebisnis yang sukses tentu akan menggunakan pakaian, mobil, atau &lt;br /&gt;fasilitas hidup lainnya yang lebih mahal saat ia menggunakannya untuk &lt;br /&gt;bergaul dengan rekan bisnisnya. Tetapi pada saat bergaul dengan &lt;br /&gt;masyarakat, ia menyesuaikanya dengan kondisi masyarakat. Ia tidak &lt;br /&gt;memamerkan kekayaannya. Ia tampil bersahaja tanpa meremehkan orang-orang &lt;br /&gt;yang kurang mampu di lingkungan sekitarnya. &lt;br /&gt;Perbedaan implementasi hidup sederhana antara si kaya dan si miskin &lt;br /&gt;tidaklah menjadi masalah manakala semuanya dibingkai dengan sikap qanaah &lt;br /&gt;dan zuhud terhadap semua rezeki yang dianugerahkan allah kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Menyiasati Keinginan dan Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sederhana adalah seni dalam menjalani kehidupan. Realisasinya bisa &lt;br /&gt;mudah dan sulit tergantung kita dalam menikmati seni itu. Bagi seorang &lt;br /&gt;muslim, keberhasilannya bisa dengan mudah tercapai berbanding lurus dengan &lt;br /&gt;tingkat keimanannya. Makin kokoh imannya terhadap hari akhir dan hari &lt;br /&gt;pembalasan, akan makin mudah baginya dalam mengendalikan nafsu serakahnya. &lt;br /&gt;Semakin terampil dalam mengendalikan nafsu duniawinya, semakin mudah &lt;br /&gt;baginya dalam merealisasikannya. &lt;br /&gt;Sebaliknya, semakin lemah imanya, akan semakin sulit dalam mengendalikan &lt;br /&gt;nafsu serakahnya. Bila iman makin menipis, akan sangat mudah syetan &lt;br /&gt;menggelincirkan kehidupannya. Yang dituruti adalah keinginan yang tidak &lt;br /&gt;pernah terputus. Kepuasan akan terjadi jika nafsunya serakahnya sudah &lt;br /&gt;terpenuhi. Tak peduli cara yang digunakannya apakah benar atau salah. &lt;br /&gt;Karenanya, kita harus dapat menyiasati setiap keinginan yang timbul apakah &lt;br /&gt;sesuatu yang dibutuhkan atau tidak. Bila tidak mampu mengendalikan &lt;br /&gt;keinginan selamanya kita akan menjadi makhluk yang diperbudak keinginan. &lt;br /&gt;Keinginan berbeda dengan kebutuhan. Kebutuhan bila tidak dipenuhi akan &lt;br /&gt;berdampak negatif bagi kita. Sedangkan, keinginan bila tidak dipenuhi &lt;br /&gt;belum tentu membawa dampak negatif. Memiliki keinginan adalah sesuatu yang &lt;br /&gt;wajar dan bukanlah masalah. Yang mennjadi masalah adalah manakala kita &lt;br /&gt;diperbudak keinginan. Orientasi hidup kita menjadi tertuju hanya kepada &lt;br /&gt;keinginan tersebut. Ujung-ujungnya kita akan menjadi orang yang boros. &lt;br /&gt;Bisa jadi kebutuhan yang prioritas akan kehabisan anggaran karena dananya &lt;br /&gt;terambil oleh kebutuhan yang tidak terlalu penting akibat terlalu menuruti &lt;br /&gt;keinginan. &lt;br /&gt;Menjadi muslim yang sederhana akan sulit diwujudkan bila kita tidak dapat &lt;br /&gt;menyiasati setiap keinginan. Oleh karena itu, sudah tugas kita untuk &lt;br /&gt;mengendalikan setiap keinginan agar hidup sederhana dapat terealisasi &lt;br /&gt;dalam hidup kita. [Swadaya-30]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-113841737172139622?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/113841737172139622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=113841737172139622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113841737172139622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113841737172139622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2006/01/menjadi-muslim-yang-sederhana.html' title='Menjadi Muslim yang Sederhana'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-113841606314930274</id><published>2006-01-01T18:39:00.000-08:00</published><updated>2006-01-27T18:41:04.520-08:00</updated><title type='text'>Sosok Bidadari, Sosok Sederhana</title><content type='html'>Beribu nasehat telah diucap, berjuta perintah telah tersirat. Tetapi tetap saja banyak yang gugur ditelan gemerlap dunia. Semua gemerlap akan sirna oleh sosok bidadari yang hidup dengan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, banyak kita jumpai orang yang hidup dalam kesempitan, sabar dengan ujian, dan tabah dalam menjalani seraya mendekatkan diri pada Rabb-Nya. Namun, setelah keadaan berubah, sempit menjadi lapang, derita menjadi bahagia, semua kebutuhan hidup terpenuhi; namun banyak yang tidak siap dengan perubahan tersebut. Tidak sadar bahwa gemerlap dunia telah menjebaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungghnya dunia itu manis dan menawan dan Allah mengangkatmu sebagai khalifah di dalamnya sehingga Allah dapat memperhatikan perbuatanmu. Oleh karena itu waspadalah terhadap dunia, hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah kaum wanita." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Kedudukan, harta senantiasa bersanding dengan wanita. Misalnya di keluarga, kedudukan wanita sangat berpengaruh baik kedudukannya sebagai pendamping suami maupun dalam pemeliharaan harta suami. Seperti kisah rumah tangga Umar Abdul Azis ra dengan Fatimah binti Abdul Malik ra kemewahan berubah menjadi kesederhanaan. Sebelum Umar menerima amanat kekhalifahan, dia terkenal dengan gaya hidup yang serba mewah. Istana megah, pakaian sutra, permata, dan parfum yang seharga satu rumah pun dimilikinya. Semua berubah dengan seketika. Akal pikiran, hati dan perasaannya telah tergugah, karena hakikat pengawasan Allah telah hidup dalam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya hidupnya yang baru, Umar bertekad untuk meniti kehidupan dengan serba sederhana. Dia pun segera mengungkapkan keinginannya pada Fatimah, "Sesungguhnya harta yang kita miliki serta yang dimiliki oleh saudara-saudaramu berasal dari hartanya kaum muslimin. Aku bertekad akan mengembalikannya pada mereka. Dan, jika Adinda tidak sabar pada kesempitan hidup setelah kekuasaan, maka pulanglah ke rumah ayahmu." Mendengar itu Fatimah segera menepis, "Saya tidak akan menyertai Kakanda dalam keadaan senang lantas meninggalkan Kakanda dalam keadaan susah. Saya ridha dengan apa yang Kakanda ridhai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian semua hartanya didermakan dan kini yang dimilikinya hanya permata peninggalan ayah Fatimah. Umar pun kembali bertanya, "Wahai Fatimah engkau tahu bahwa dulu permata itu diambil oleh ayahmu dari kaum muslimin dan lantas dia hadiahkan kepadamu. Sesungguhnya aku tidak suka permata itu tinggal dirumahku. Karena itu, pilihlah antara mengembalikan permata itu ke Baitul Maal atau engkau izinkan aku untuk menceraikanmu." Fatimah pun kembali memenuhi permintaan suaminya, "Demi Allah, tentu aku akan memilihmu daripada permata ini, bahkan berlipat-lipat dari yang kumiliki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaanlah Umar dan Fatimah mulai mengikuti realita kehidupan sebenarnya. Sang khalifah mulai memerdekakan budak, mengembalikan seluruh harta yang dimiliki ke Baitul Maal. Begitu juga dengan Fatimah mulai menanggalkan permata yang dipakainya. Mereka lebih memilih tinggal di rumah yang sangat sederhana. Dengan kata lain, mereka dengan sikap kesederhanaannya berhasil menghancurkan belenggu kemewahan yang mengikat jiwanya dan mematahkan jembatan yang mengantarkan pada fitnah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah dalam hal ini bisa disebut sosok bidadari yang turun ke bumi. Sebab ia berani melepaskan semua kemewahan dunia dan lebih memilih hidup sederhana bersama suami yang justru setelah mendapat amanat besar sebagai khalifah. Juga memilih kesederhanaan sebagai jalan hidupnya. Begitu halnya dengan sosok Aisyah ra Ummul Mukminin. Kezuhudan terhadap dunia menjadi teladan bagi umat. Hampir tidak ada harta di tangannya. Dia bagikan seluruh hartanya kepada kaum-kaum miskin. Di antara kedermawanannya adalah membagikan seratus ribu dirham, sementara ia sendiri dalam keadaan shaum. Umar bin Zubair ra juga pernah mengisahkan kedermawanan dan kesederhanaan Aisyah, "Aku pernah melihat Aisyah membagi-bagikan harta sebanyak tujuh ratus ribu dirham sementara dia sendiri menjahit bajunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, merenungi kedua kisah di atas betapa mulianya sosok Fatimah dan Aisyah. Ya, dengan kesederhanaannya menjadikan mereka sosok bidadari yang turun ke bumi. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengikuti jejak Fatimah dan Aisyah? Siapkah kita tanggalkan semua kemewahan dunia hingga kita siap menyandang gelar bidadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari surga. Mereka itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati. Jadi bidadari adalah wanita shalehah yang senantiasa tawadhu, tidak bermewah-mewah dengan keindahan dunia, bersikap sederhana. Seandainya berperan sebagai istri maka ia taat kepada suaminya, menjaga harta suami, mendidik anak-anaknya dan memotivasi agar istiqamah dalam membela agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? wanita yang baik (shalihah); jika dilihat suami ia menyenangkan; jika diperintah ia mentaatinya; dan jika suami meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya." (Diriwayatkan Abu Daud dan An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai muslimah, kisah di atas mewakili dari sebagian kisah para sahabiyah, begitu juga dengan untaian riwayat yang tersirat. Namun, apalah artinya sebuah kisah bila kita tidak bisa mengambil ibrah. Dan apalah artinya seuntai riwayat jika kita tidak mau belajar darinya. Untuk itu selamat berjuang, siapkan diri menjadi sosok bidadari, sosok yang menapaki kehidupan dengan kezuhudan, dan kesederhanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Afifah Syahidah)[Swadaya-30]- KOtasantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-113841606314930274?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/113841606314930274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=113841606314930274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113841606314930274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113841606314930274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2006/01/sosok-bidadari-sosok-sederhana_01.html' title='Sosok Bidadari, Sosok Sederhana'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-113575218247335933</id><published>2005-12-27T21:24:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T22:43:02.776-08:00</updated><title type='text'>Bingung nih!</title><content type='html'>Di usiaku sekarang ini &lt;br /&gt;kebingungan selalu menghantui&lt;br /&gt;bingung akan diri sendiri...&lt;br /&gt;bingung dengan jadwal kuliah&lt;br /&gt;dan kerja yang selalu bentrok&lt;br /&gt;bingung akan apa yang dapat saya &lt;br /&gt;kerjakan diusiaku yang sekarang ini&lt;br /&gt;ibadah dan amal yang masih sedikit sekali,&lt;br /&gt;sedangkan kehidupan ini tidak tau kapan berakhir&lt;br /&gt;entah hari ini, besok atau bahkan ini adalah&lt;br /&gt;tulisan terakhiirku subhanallah...hanya Allah yg tau!&lt;br /&gt;sesungguhnya kematian itu setiap nafas, detik, saat&lt;br /&gt;dan kemanapun langkah ini diayunkan kematian selalu&lt;br /&gt;mengikuti entah sadar ataupun tidak tapi itulah&lt;br /&gt;kenyataan yang tidak semua orang dapat menyadarinya...&lt;br /&gt;semoga kita termasuk orang yang tersadar...Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk akan mengenal diri&lt;br /&gt;mengenal akan kemampuan-kemampuan&lt;br /&gt;yang terpendam dalam diri &lt;br /&gt;yang terkadang sulit sekali untuk &lt;br /&gt;mencoba mengekspresikannya &lt;br /&gt;mengenali dan menyadari saja &lt;br /&gt;sulit untuk diketahui..&lt;br /&gt;bagaimana bisa mengekspresikannya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana langkah ini kan berjalan&lt;br /&gt;jalan manakah yang harus ditempuh&lt;br /&gt;sudahkah jalan yang selama ini terlalui &lt;br /&gt;sesuai dengan figur seorang muslimah&lt;br /&gt;sebagaimana fitrahnya sebagai hamba Allah&lt;br /&gt;yang dijelaskan dalam al-qur'an&lt;br /&gt;surat Adz-Dzakariyah ayat 56 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku tidak menciptakan Jin dan Manusia&lt;br /&gt;melainkan supaya mereka menyembahku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah jelas sekali dalam ayat tersebut&lt;br /&gt;tapi terkadang diri ini terlena dan lupa akan&lt;br /&gt;nikmat dan gemerlap dunia...&lt;br /&gt;padahal dunia ini tidak ada apa-apanya &lt;br /&gt;jika dibandingkan dengan syurga yang dijanjikan Allah &lt;br /&gt;bagi orang-orang yang beriman dan bertakkwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini bisa mengurangi kebingunganku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-113575218247335933?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/113575218247335933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=113575218247335933' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113575218247335933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/113575218247335933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/12/bingung-nih.html' title='Bingung nih!'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112746648742936517</id><published>2005-09-23T02:06:00.000-07:00</published><updated>2005-09-23T02:08:07.430-07:00</updated><title type='text'>Katak Dalam Tempurung</title><content type='html'>Seekor katak lama terkurung dalam suatu tempurung kelapa.&lt;br /&gt;Suatu hari ia berhasil keluar dari tempurung yang mengurungnya, dengan&lt;br /&gt;gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan dia bertemu dengan katak lain, namun dia heran mengapa katak&lt;br /&gt;itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.&lt;br /&gt;Dengan penasaran dia bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan&lt;br /&gt;lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran&lt;br /&gt;tubuh?"&lt;br /&gt;Katak itu menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau tinggal selama ini?&lt;br /&gt;Semua katak yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku&lt;br /&gt;lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu si katak baru tersadar bahwa selama ini tempurung itulah yang telah&lt;br /&gt;membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi katak lain yang hidup di alam&lt;br /&gt;bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang&lt;br /&gt;sama dengan katak tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu,&lt;br /&gt;kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita&lt;br /&gt;terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita&lt;br /&gt;tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita&lt;br /&gt;selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai&lt;br /&gt;mereka daripada mempercayai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa harimau "sang raja hutan" yang sangat kuat bisa diikat&lt;br /&gt;hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Harimau sudah akan merasa&lt;br /&gt;dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kaki nya, padahal&lt;br /&gt;"sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada&lt;br /&gt;apa yang kita alami.&lt;br /&gt;Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin&lt;br /&gt;kita capai.&lt;br /&gt;Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua&lt;br /&gt;pengorbanan itu pasti akan terbayar.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara&lt;br /&gt;hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain&lt;br /&gt;untuk kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112746648742936517?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112746648742936517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112746648742936517' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112746648742936517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112746648742936517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/katak-dalam-tempurung.html' title='Katak Dalam Tempurung'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112746633746963314</id><published>2005-09-23T02:05:00.000-07:00</published><updated>2005-09-23T02:05:37.470-07:00</updated><title type='text'>Menyuci Jiwa dan Rezeki</title><content type='html'>Dalam hidup seorang muslim, tazkirah atau penyucian amat penting. Ia dilakukan dalam dua bentuk zahir dan batin seperti terpapar dalaam hadis riwayat Abu Malik al-Harith bin A'sim al-Asya'ri ra.:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kesucian zahir dan batin adalah separuh daripada iman.  Ucapan alhamdulillah (segala pujian bagi Allah) memenuhi timbangan (hisab), dan ucapan Subhanallah (Maha Suci Allah) beserta alhamdulillah keduanya memenuhi timbangan yang ada antara langit dan bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Solat sebagai cahaya.  Sedekah pula sebagai bukti kebenaran iman.  Sabar sebagai sinaran iman.  Al-Quran adalah dasar hujahmu yang membelamu atau sebaliknya.  Dan setiap manusia berpagi-pagian keluar rumah dan ada yang menjual jiwanya (memelihara diri atau membinasakan dirinya sendiri)." (Hadis riwayat Muslim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebersihan amat diutamakan Islam.  Allah menjelaskan: "Allah Mengasihi orang-orang yang membersihkan diri mereka (zahir dan batin)." (At-Taubat:108)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada dua sifat yang bertentang: Yang terpuji (mahmudah) dan tercela (mazmudah). Jadi pembersihan bertujuan membuang sifat tercela dan menyaluti diri dengan sifat terpuji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Solat berperanan sebagai perisai dan cahaya yang menerangi jalan kehidupan setiap Muslim.  Allah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepada mu dari Al-Quran, dan dirikanlah sembahyang (dengan tekun); sesungguhnya sembahyang itu mencegah daripada perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); and (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan." (Al-Ankabuut:45)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Islam memerintah umatnya supaya membelanjakan sebahagian daripada harta yang dimiliki ke jalan Allah dengan berzakat (zakat harta dan fitrah) dan berinfak (bersedekah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain balasan baik seperti yang dijanjikan Allah, ia juga menghapus kejahatan.  Firman-Nya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya amal-amal kebajikan itu menghapuskan kejahatan" (Huud:114)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika ditimpa musibah, hendaklah kita bersabar.  Manusia akan sentiasa diuji Allah demi menentukan apakah tempatnya kelak di syurga atau neraka.  Untuk mengatasi ujian, manusia perlu merancang, gigih melaksanakan impiannya, di samping terus berhati mulia dan melaksanakan ibadah yang disuruh Allah swt.  Allah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Patutkah manuisa menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: "Kami beriman", sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? (Al-Ankabuut)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran adalah kitab panduan kepada setiap Muslim dan sumber utama hukum Islam.  Isi kandungan Al-Quran merupakan sari pati segala ilmu di-dunia - sama ada yang sudah dibuktikan atau bakal diteroka.  Isinya bak penyembuh jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran Ayat Ayat Suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Al-Israa:82).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesimpulan, bersihkanlah jiwa raga kita dalam mengharungi kehidupan yang penuh dugaan.  Kita hendaklah senantiasa bertasbih, bersolat dan merujuk kepada Al-Quran dan Hadits, melaksanakan bantuan untuk semua umat manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lakukanlah dengan ikhlas, teratur dan gigih, kelak kita akan berjaya. Amiinn.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112746633746963314?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112746633746963314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112746633746963314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112746633746963314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112746633746963314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/menyuci-jiwa-dan-rezeki.html' title='Menyuci Jiwa dan Rezeki'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112727716150199505</id><published>2005-09-20T21:27:00.000-07:00</published><updated>2005-09-20T21:32:41.510-07:00</updated><title type='text'>Dua sisi sifat manusia</title><content type='html'>Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua "Penjaga". Penjaga putih dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua penjaga ini selalu berkelahi dalam hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang menang? tanya si anak.&lt;br /&gt;Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang ayah.&lt;br /&gt;Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk mendengarkan nasehat ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :&lt;br /&gt;"Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk sifat, sifat akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia juga mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu terjadi. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia itu sendiri tidak mau merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan pikiran negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan kepada "penjaga hitam" yang ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;Setiap pagi setelah bangun tidur dan sebelum memulai aktifitas, ucaplah syukur dan mohon kepada Tuhan agar "Dia" selalu memberikan jalan terang bagi kita, membimbing kita kepada hal-hal yang baik. Karena percayalah bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa : "Jika kita menanam anggur, tidak mungkin kita menuai duri".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112727716150199505?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112727716150199505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112727716150199505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112727716150199505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112727716150199505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/dua-sisi-sifat-manusia.html' title='Dua sisi sifat manusia'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112720931875983986</id><published>2005-09-20T02:40:00.000-07:00</published><updated>2005-09-23T19:29:33.303-07:00</updated><title type='text'>Menentukan Prioritas Hidup</title><content type='html'>"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling&lt;br /&gt;menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS&lt;br /&gt;Al-Asher [103]: 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Karena begitu banyaknya, kita tak akan mungkin bisa mengerjakan&lt;br /&gt;semuanya. Karena itu, mampu menentukan skala prioritas dalam hidup&lt;br /&gt;menjadi sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, keterampilan membuat skala prioritas, termasuk satu dari&lt;br /&gt;empat syarat menjadi pemimpin efektif. Empat syarat tersebut adalah:&lt;br /&gt;memiliki visi dan tujuan hidup (dunia akhirat), terampil membuat&lt;br /&gt;prioritas, mampu menggali dan mensinergikan potensi, dan mampu&lt;br /&gt;memotivasi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sekarang, hal-hal apa saja yang harus kita prioritas dalam&lt;br /&gt;hidup? Dengan kata lain, apa target terpenting dalam hidup kita?&lt;br /&gt;Pertama, memiliki iman yang kokoh. Iman adalah fondasi. Iman adalah&lt;br /&gt;keberuntungan. Iman adalah kunci kebahagiaan dan keselamatan. Tanpa&lt;br /&gt;iman, tidak berarti semua yang kita miliki. Tanpa iman tidak akan&lt;br /&gt;pernah kita mendapatkan keberuntungan, kebahagiaan, dan keselamatan&lt;br /&gt;yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam&lt;br /&gt;kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,&lt;br /&gt;serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk&lt;br /&gt;kesabaran." (QS Al-Asher [103]: 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar iman kuat, maka kita harus memupuknya dengan ilmu dan amal.&lt;br /&gt;Semakin luas ilmu, semakin ikhlas amal, insya Allah akan semakin kuat&lt;br /&gt;pula iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas kedua adalah sehat. Tanpa sehat, iman yang kita miliki tidak&lt;br /&gt;akan maksimal. Sakit adalah cost, beban, dan pengeluaran. Makna sehat&lt;br /&gt;di sini tentunya tidak sekadar fisik saja, tapi juga pikiran. Maka,&lt;br /&gt;kita harus maksimalkan diri menjaga dua anugerah Allah ini (fisik dan&lt;br /&gt;pikiran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh komponen yang akan menentukan kesehatan fisik kita, yaitu:&lt;br /&gt;(1) udara yang bersih, maka hindarkan radikal bebas dalam tubuh akibat&lt;br /&gt;udara kotor; (2) makanan seimbang dengan memenuhi kriteria halal dan&lt;br /&gt;thayyib; (3) cukup minum, standarnya dua liter atau tujuh gelas&lt;br /&gt;sehari. Ideal pula bila disertai suplemen berupa madu, teh hijau atau&lt;br /&gt;hitam, sayuran, dan buah-buahan; (4) olahraga teratur, minimal tiga&lt;br /&gt;kali seminggu. Olahraga akan membentuk pertahanan tubuh yang bagus;&lt;br /&gt;(5) istirahat yang cukup. Rasulullah SAW mencontohkan tidur bada Isya&lt;br /&gt;dan bangun di sepertiga malam terakhir. Tidur yang cukup akan membuat&lt;br /&gt;regenerasi sel dalam tubuh berjalan baik; (6) tidak stres, sebab stres&lt;br /&gt;dapat memperlemah tubuh sehingga rentan terhadap penyakit; (7)&lt;br /&gt;memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat malam dan shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kesehatan pikiran, perbanyaklah membaca buku, berpikir&lt;br /&gt;positif, hindari buruk sangka, berani memaafkan, dan selalu melihat&lt;br /&gt;sisi baik dari setiap kejadian. Intinya, perbanyak input positif dan&lt;br /&gt;meminimalisasi input negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas ketiga adalah akur. Sangat sulit menikmati hidup bila kita&lt;br /&gt;memiliki banyak musuh, walau pun kita beriman dan sehat. Kapan pun dan&lt;br /&gt;di mana pun, konflik tidak membawa apapun, kecuali: (1) rasa tidak&lt;br /&gt;nyaman; (2) terputusnya silaturahmi; (3) menimbulkan dengki; dan (4)&lt;br /&gt;kontraproduktif karena akan saling merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima cara agar kita akur dengan sesama, yaitu: (1) siap berbeda&lt;br /&gt;pendapat; (2) terlatih dengan kondisi tidak ideal; (3) jangan mudah&lt;br /&gt;tersinggung; (4) jangan percaya pada orang yang selalu&lt;br /&gt;menjelek-jelekkan orang lain; (5) jangan menuntut orang lain untuk&lt;br /&gt;akur, tapi awali dari diri sendiri untuk menjadi pelopor dalam akur&lt;br /&gt;dan kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;br /&gt;http://www.republika.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112720931875983986?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112720931875983986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112720931875983986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112720931875983986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112720931875983986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/menentukan-prioritas-hidup.html' title='Menentukan Prioritas Hidup'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112616880390254363</id><published>2005-09-08T01:33:00.000-07:00</published><updated>2005-09-08T01:40:03.913-07:00</updated><title type='text'>Kualitas Pribadi yg Disukai</title><content type='html'>1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat  yang  paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada,pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih  ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan  begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Berbeda  dengan  rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan  kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yangbisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah  hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.  Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. DIa selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela  berkorban dan tidak suka berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan  orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan,lebih suka mencari solusi daripada  frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang  ceria  adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang  lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing  hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang  dialami  dan dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana  adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seeorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi  masa-masa sukar dia  tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang yang "Easy Going" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112616880390254363?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112616880390254363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112616880390254363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112616880390254363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112616880390254363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/kualitas-pribadi-yg-disukai.html' title='Kualitas Pribadi yg Disukai'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112615790966096141</id><published>2005-09-07T22:25:00.000-07:00</published><updated>2005-09-07T22:38:29.670-07:00</updated><title type='text'>Luas Neraka</title><content type='html'>Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam&lt;br /&gt;keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku&lt;br /&gt;melihat&lt;br /&gt;kau berubah muka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya&lt;br /&gt;dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui&lt;br /&gt;bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa&lt;br /&gt;Allah&lt;br /&gt;itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama&lt;br /&gt;seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga&lt;br /&gt;putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak&lt;br /&gt;pernah padam nyala dan baranya.&lt;br /&gt;Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang&lt;br /&gt;jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.&lt;br /&gt;Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka&lt;br /&gt;itu&lt;br /&gt;digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana&lt;br /&gt;panas dan basinya.&lt;br /&gt;Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari&lt;br /&gt;rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu  diletakkan di atas bukit, nescaya&lt;br /&gt;akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.&lt;br /&gt;Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat&lt;br /&gt;tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana&lt;br /&gt;sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan&lt;br /&gt;minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api.&lt;br /&gt;Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang&lt;br /&gt;tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah&lt;br /&gt;kami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya,&lt;br /&gt;dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas&lt;br /&gt;dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih&lt;br /&gt;panas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Jibrail: "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan&lt;br /&gt;orang-orang&lt;br /&gt;yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga&lt;br /&gt;Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.&lt;br /&gt;Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,&lt;br /&gt;Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.&lt;br /&gt;Pintu keempat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,&lt;br /&gt;Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.&lt;br /&gt;Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w.  sehingga ditanya:&lt;br /&gt;"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai&lt;br /&gt;mati belum sempat bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga&lt;br /&gt;Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di  pangkuannya sehingga sedar&lt;br /&gt;kembali&lt;br /&gt;dan sesudah sedar nabi saw bersabda: "Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku&lt;br /&gt;dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke&lt;br /&gt;dalam neraka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: "Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w.&lt;br /&gt;masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian&lt;br /&gt;kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu&lt;br /&gt;menangis&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;minta kepada  Allah.(dipetik dari kitab "Peringatan Bagi Yg Lalai")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan&lt;br /&gt;kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu&lt;br /&gt;bahawa neraka jahanamKu itu:&lt;br /&gt;1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat&lt;br /&gt;2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah&lt;br /&gt;3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung&lt;br /&gt;4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah&lt;br /&gt;5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik&lt;br /&gt;6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak&lt;br /&gt;7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum&lt;br /&gt;8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular&lt;br /&gt;9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan&lt;br /&gt;racun&lt;br /&gt;yang hitam pekat.&lt;br /&gt;10.Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai&lt;br /&gt;11.Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua. Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran  Surah Al- Baqarah Ayat 159&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan&lt;br /&gt;dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami&lt;br /&gt;menerangkannya&lt;br /&gt;kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan&lt;br /&gt;dilaknat oleh sekalian makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda:" Sampaikanlah&lt;br /&gt;pesanku&lt;br /&gt;biarpun satu ayat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112615790966096141?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112615790966096141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112615790966096141' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112615790966096141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112615790966096141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/luas-neraka.html' title='Luas Neraka'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112615688370609631</id><published>2005-09-07T21:55:00.000-07:00</published><updated>2005-09-07T22:21:23.716-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Wanita Memilih dan Dipilih Suami</title><content type='html'>Menikah bukan perkara gampang, bukan pula perkara susah. Jadi,&lt;br /&gt;bagaimana seharusnya? Dalam risalahnya, Syaikh menulis banyak tentang&lt;br /&gt;hal ini. Dan ini ada beberapa nasehat di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan kau memandang kepada harta, kedudukan, dan kecakapan paras,&lt;br /&gt;tetapi pilihlah yang taat pada agama.&lt;br /&gt;RosuluLLOH sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Kalau datang kepadamu seorang pria yang meminang yang kau senangi&lt;br /&gt;agama dan akhlaqnya, maka terimalah. Kalau tidak, bisa menjadi fitnah&lt;br /&gt;di atas bumi dan kerusakan yang besar." (HR Tirmidzi dan selainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau dicintai oleh suami yang taat beragama, maka dia menjadi&lt;br /&gt;pendorong dalam hal agama dan duniamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalau Anda tidak dicintai, maka minimal dia tidak membencimu,&lt;br /&gt;mendholimi dirimu, dan menghinamu, karena dia akan beramal seperti&lt;br /&gt;apa yang disabdakan RosuluLLOH:&lt;br /&gt;"Dilarang seorang mukmin mengina mukminah(istrinya), kalau dia tidak&lt;br /&gt;menyenangi sesuatu, maka akan menyukai yang lain" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suami yang taat agama akan menjadi pemandu dalam mendidik anak dan&lt;br /&gt;memelihara dengan pendidikan agama Islam yang shahihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Maka Islam akan menjadi pedoman asas hidup dan hukum mereka, dan&lt;br /&gt;akan berhasil mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Suami yang taat agama akan menasehati kalau keliru dan menjelaskan&lt;br /&gt;tentang kebenaran, maka terimalah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bagi suami yang muslim agar memilih istri yang shalihah yang&lt;br /&gt;berpegang kepada agama, yang bisa menjaga rumahnya dan keluarganya&lt;br /&gt;dari kerusakan. Dan menjaga hak suami menurut sabda Rosululloh:&lt;br /&gt;"Dikawininya wanita karena empat hal:&lt;br /&gt;(1) hartanya&lt;br /&gt;(2) keturunannya&lt;br /&gt;(3) kecantikannya&lt;br /&gt;(4) agamanya, maka pilihlah yang taat beragama, karena akan sejahtera&lt;br /&gt;hidupnya" (muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hidayah Nabawiyah bagi suami istri, bahwa yang penting adalah&lt;br /&gt;amalnya, bukan parasnya, sebagaimana sabda Rosululloh:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya ALLOH tidak melihat kepada rupa kalian, atau keturunan&lt;br /&gt;kalian, akan tetapi Ia melihat hati dan amal kalian" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari:&lt;br /&gt;Penghargaan Islam terhadap Wanita, terj. Takrimul mar'atu fil Islam,&lt;br /&gt;Muhammad bin Jamil Zainu, Pustaka Mantiq, 1996&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112615688370609631?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112615688370609631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112615688370609631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112615688370609631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112615688370609631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/09/bagaimana-wanita-memilih-dan-dipilih.html' title='Bagaimana Wanita Memilih dan Dipilih Suami'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112513388787511314</id><published>2005-08-27T02:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-27T02:11:27.880-07:00</updated><title type='text'>Mencintai Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;Walhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin&lt;br /&gt;Allahumma salli 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'alaa&lt;br /&gt;aalihi wa sahbihi wasallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda,&lt;br /&gt;"Orang-orang yang paling kucintai dari Ummat-ku adalah&lt;br /&gt;mereka yang akan datang setelah-ku, tapi setiap orang&lt;br /&gt;di antara mereka akan memiliki keinginan mendalam&lt;br /&gt;untuk sekedar melihatku sekejap, bahkan dengan&lt;br /&gt;mempertaruhkan keluarga dan hartanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sahih Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA]&lt;br /&gt;Saat Ali K.W. melukiskan Nabi (sall-Allahu 'alayhi&lt;br /&gt;wasallam), ia berkata, “Beliau tidak terlalu tinggi&lt;br /&gt;tidak pula terlalu pendek, melainkan seorang laki-laki&lt;br /&gt;dengan tubuh sedang. Beliau tidak memiliki rambut yang&lt;br /&gt;terlalu keriting, tidak pula rambut lurus, tapi suatu&lt;br /&gt;campuran dari keduanya. Beliau tidak gemuk, beliau&lt;br /&gt;tidak memiliki wajah yang amat bulat, tapi agak bulat.&lt;br /&gt;Beliau berkulit putih kemerah-merahan, dan memiliki&lt;br /&gt;mata berwana hitam yang lebar, dan bulu mata yang&lt;br /&gt;panjang. Beliau memiliki sendi-sendi dan tulang&lt;br /&gt;belikat yang menonjol, beliau tidak memiliki banyak&lt;br /&gt;bulu tetapi memiliki sedikit bulu di dadanya.&lt;br /&gt;Sedangkan telapak tangan dan kakinya memiliki kulit&lt;br /&gt;yang tebal. Saat beliau berjalan, beliau menggerakkan&lt;br /&gt;kakinya seakan-akan beliau sedang berjalan menuruni&lt;br /&gt;suatu lereng; saat beliau berpaling, beliau akan&lt;br /&gt;memalingkan seluruh badannya. Di antara kedua bahunya&lt;br /&gt;terdapat tanda kenabian dan beliau adalah penutup para&lt;br /&gt;Nabi. Beliau memiliki dada yang lebih baik dari siapa&lt;br /&gt;pun, dan perkataannya lebih benar dari siapa pun&lt;br /&gt;lainnya, memiliki sifat yang paling halus dan berasal&lt;br /&gt;dari suku termulia. Mereka yang memandang beliau akan&lt;br /&gt;segera berdiri terkesima pada beliau dan mereka yang&lt;br /&gt;bersahabat dengan beliau mencintai beliau. Mereka yang&lt;br /&gt;mencoba melukiskan beliau mengatakan bahwa mereka tak&lt;br /&gt;pernah melihat orang seperti beliau sebelumnya maupun&lt;br /&gt;sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat--Tirmidzi meriwayatkannya dari Ali bin Abu&lt;br /&gt;Thalib KW]&lt;br /&gt;"Rasulullah (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda,&lt;br /&gt;'Demi Dia yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah&lt;br /&gt;beriman seorang di antaramu hingga ia mencintaiku&lt;br /&gt;melebihi cintanya pada ayahnya dan pada&lt;br /&gt;anak-anaknya.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA&lt;br /&gt;Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Tak&lt;br /&gt;seorang pun di antara kalian memiliki iman sampai ia&lt;br /&gt;mencintaiku melebihi cintanya pada ayahnya,&lt;br /&gt;anak-anaknya, dan seluruh manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Anas RA]&lt;br /&gt;Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda,&lt;br /&gt;"Barangsiapa memiliki ketiga sifat berikut ini akan&lt;br /&gt;merasakan manisnya (indahnya) iman:&lt;br /&gt;1. Ia yang mencintai Allah Ta'ala dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;melebihi apa pun;&lt;br /&gt;2. Ia yang mencintai seseorang dan orang itu&lt;br /&gt;mencintainya semata-mata demi Allah SWT;&lt;br /&gt;3. Ia yang benci untuk kembali kepada kekafiran&lt;br /&gt;sebagaimana ia benci untuk dilempar ke dalam api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Anas RA]&lt;br /&gt;"Ayahku meminta izin dari Nabi (sall-Allahu 'alayhi&lt;br /&gt;wasallam). (Saat izin diberikan dan ia mendekati&lt;br /&gt;beliau), ayahku mengangkat baju beliau, dan mulai&lt;br /&gt;mencium beliau dan memeluk beliau (karena cintanya&lt;br /&gt;pada beliau). Ia bertanya, 'Ya Rasulallah, hal apakah&lt;br /&gt;yang haram untuk menolaknya?' Beliau menjawab, 'Air.'&lt;br /&gt;Ia kembali bertanya, 'Ya Rasulallah, hal apakah yang&lt;br /&gt;haram untuk menolaknya?' Beliau menjawab, 'Garam'. Ia&lt;br /&gt;kembali bertanya, 'Ya Rasulallah, hal apakah yang&lt;br /&gt;haram untuk menolaknya?' Beliau bersabda, 'Berbuat&lt;br /&gt;kebaikan adalah lebih baik bagimu.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Riwayat Abu Dawud, dari Buhaysah al-Fazariyyah RA]&lt;br /&gt;Rasulullah (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda&lt;br /&gt;padaku, "Anakku, jika engkau bisa melalui harimu dan&lt;br /&gt;malammu sambil menjaga kalbumu bersih dan suci dari&lt;br /&gt;kedengkian atas seseorang, kemudian beramal menurutnya&lt;br /&gt;(tujuan luhur ini)." Beliau kemudian bersabda,&lt;br /&gt;"Anakku, dan itulah Sunnah-ku dan siapa yang mencintai&lt;br /&gt;Sunnah-ku, sungguh ia telah mencintai-ku, dan siapa&lt;br /&gt;yang mencintai-ku, akan bersama-ku di Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat--at-Tirmidzi diriwayatkan dari Anas ibn Malik&lt;br /&gt;RA]&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berkata pada Nabi (sall-Allahu&lt;br /&gt;'alayhi wasallam), "Demi Allah, ya Rasulallah, aku&lt;br /&gt;mencintaimu." Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam)&lt;br /&gt;bersabda, "Lihatlah, apa yang kau katakan?" Laki-laki&lt;br /&gt;itu berkata, "Demi Allah, aku mencintaimu", dan&lt;br /&gt;mengulangi kalimat ini tiga kali. Nabi (sall-Allahu&lt;br /&gt;'alayhi wasallam) bersabda, "Jika engkau benar-benar&lt;br /&gt;mencintaiku, maka bersiaplah untuk kemiskinan, karena&lt;br /&gt;kesusahan yang sangat berat berlari lebih cepat kepada&lt;br /&gt;orang yang mencintaiku, lebih cepat daripada banjir&lt;br /&gt;yang mengalir ke tujuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat, diriwayatkan dari Abdullah ibn Mughaffal RA]&lt;br /&gt;Rasulullah (sall-Allahu 'alayhi wasallam) pernah suatu&lt;br /&gt;pagi tertahan dari melakukan shalat fajr (dalam&lt;br /&gt;jama'ah) bersama kami sampai matahari hampir muncul di&lt;br /&gt;cakrawala. Beliau kemudian datang dengan tergesa-gesa&lt;br /&gt;dan Iqamatus-shalat dilakukan, dan beliau melakukan&lt;br /&gt;shalat itu dengan singkat. Setelah beliau&lt;br /&gt;menyelesaikan shalatnya dengan mengucapkan As-Salamu&lt;br /&gt;'alaykum wa Rahmatullah, beliau menyeru kepada kami&lt;br /&gt;dengan berkata, "Tetaplah di tempat kalian seperti&lt;br /&gt;saat ini." Kemudian beliau berpaling pada kami dan&lt;br /&gt;bersabda, "Aku akan mengatakan pada kalian apa yang&lt;br /&gt;telah menahanku dari kalian (maksudnya sehingga aku&lt;br /&gt;tidak mampu segera bergabung dengan kalian dalam&lt;br /&gt;shalat) di pagi ini. Aku bangun di malam hari dan&lt;br /&gt;berwudhu' dan melakukan shalat sebagaimana telah&lt;br /&gt;ditakdirkan bagi-ku. Aku mengantuk dalam shalat-ku&lt;br /&gt;sampai akhirnya aku terjatuh tidur dan lihatlah, aku&lt;br /&gt;menemukan diriku di Hadirat Tuhan-ku, Tabaraka wa&lt;br /&gt;Ta'ala, dalam rupa terbaik. Ia berkata padaku,&lt;br /&gt;"Muhammad!" Aku berkata, "Labbaik (kupenuhi&lt;br /&gt;panggilan-Mu), wahai Tuhan-ku." Ia berkata, "Terhadap&lt;br /&gt;apa malaikat-malaikat tertinggi ini puas?" Aku&lt;br /&gt;menjawab, "Aku tidak tahu." Ia mengulanginya tiga&lt;br /&gt;kali. Beliau bersabda, "Kemudian aku melihat-Nya&lt;br /&gt;menaruh Telapak Tangan-Nya di antara tulang belikat&lt;br /&gt;sampai aku merasakan dinginnya Jari-jari-Nya di antara&lt;br /&gt;dua sisi dadaku. Kemudian segala sesuatunya menjadi&lt;br /&gt;terang bagiku dan aku dapat mengenali segalanya." Ia&lt;br /&gt;berkata, "Muhammad!" Aku berkata, "Labbaika, wahai&lt;br /&gt;Tuhanku." Ia berkata, ""Terhadap apa malaikat-malaikat&lt;br /&gt;tertinggi ini puas?" Aku menjawab, "Berkenaan dengan&lt;br /&gt;penebusan dosa." Ia berkata, "Apa saja itu?" Aku&lt;br /&gt;menjawab, "Berjalan kaki menuju shalat berjamaah,&lt;br /&gt;duduk di masjid setelah shalat, berwudhu' dengan&lt;br /&gt;sempurna sekalipun sulit." Ia berkata lagi, "Kemudian&lt;br /&gt;terhadap apa mereka puas?" Aku berkata, "Berkaitan&lt;br /&gt;dengan tingkatan-tingkatan." Ia berkata, "Dan apa saja&lt;br /&gt;itu?" Aku berkata, "Menyediakan makanan, berbicara&lt;br /&gt;lembut, melakukan shalat saat orang-orang sedang&lt;br /&gt;tertidur lelap." Ia kemudian berkata lagi pada-ku,&lt;br /&gt;"Mohonlah (pada Tuhanmu) dan berkatalah, 'Ya Allah,&lt;br /&gt;aku memohon pada-Mu (kekuatan) untuk melakukan&lt;br /&gt;kebajikan, dan meninggalkan keburukan, untuk mencintai&lt;br /&gt;fakir miskin, sehingga Engkau ampuni aku dan&lt;br /&gt;melimpahkan rahmat pada-ku, dan saat Kau ingin untuk&lt;br /&gt;menimpakan fitnah pada orang-orang, maka Kau wafatkan&lt;br /&gt;diriku tanpa cela, dan aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan&lt;br /&gt;cinta orang yang mencintai-Mu dan cinta akan perbuatan&lt;br /&gt;yang membawaku mendekat pada cinta-Mu.'" Rasulullah&lt;br /&gt;(sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Ini adalah&lt;br /&gt;kebenaran, maka pelajarilah dan ajarkanlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat at-Tirmidzi, diriwayatkan dari Mu'adz bin&lt;br /&gt;Jabal RA]&lt;br /&gt;Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) bersabda, "Salah&lt;br /&gt;satu dari doa-doa Nabi Dawud AS adalah, 'Allah, aku&lt;br /&gt;mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta mereka yang&lt;br /&gt;mencintai-Mu, dan perbuatan yang mendorongku menuju&lt;br /&gt;cinta-Mu. Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kusukai&lt;br /&gt;daripada jiwaku, daripada keluargaku, dan lebih&lt;br /&gt;kusukai daripada air dingin.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat, diriwayatkan dari Abu-d Darda' RA]&lt;br /&gt;Rasulullah (sall-Allahu 'alayhi wasallam)bersabda,&lt;br /&gt;"Cintailah Allah SWT atas kenikmatan yang telah Ia&lt;br /&gt;karuniakan padamu, dan cintailah aku karena cinta pada&lt;br /&gt;Allah SWT, dan cintailah keluargaku karena cinta&lt;br /&gt;pada-ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat—at-Tirmidzi, dari 'Abdullah ibn 'Abbas RA&lt;br /&gt;Nabi (sall-Allahu 'alayhi wasallam) pernah suatu hari&lt;br /&gt;berwudhu' dan sahabat-sahabatnya mulai membasuhkan air&lt;br /&gt;bekas wudhu' beliau kepada diri mereka. Nabi&lt;br /&gt;(sall-Allahu 'alayhi wasallam) bertanya pada mereka&lt;br /&gt;tentang apa yang menyebabkan mereka melakukannya, dan&lt;br /&gt;ketika mereka menjawab bahwa hal itu mereka lakukan&lt;br /&gt;karena kecintaan pada Allah Ta'ala dan utusan-Nya&lt;br /&gt;(sall-Allahu 'alayhi wasallam), beliau bersabda, "Jika&lt;br /&gt;seseorang senang untuk mencintai Allah SWT dan&lt;br /&gt;utusan-Nya (sall-Allahu 'alayhi wasallam), atau untuk&lt;br /&gt;dicintai oleh Allah SWT dan utusan-Nya (sall-Allahu&lt;br /&gt;'alayhi wasallam), maka ia harus berkata benar saat ia&lt;br /&gt;menceritakan sesuatu, memenuhi amanahnya saat ia&lt;br /&gt;diberi amanah, dan menjadi tetangga yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Misykat--diriwayatkan dari AbdurRahman bin Abu Qurad&lt;br /&gt;RA]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa min Allah at taufiq&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;DHB Wicaksono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112513388787511314?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112513388787511314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112513388787511314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112513388787511314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112513388787511314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/mencintai-nabi-muhammad-saw.html' title='Mencintai Nabi Muhammad SAW'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112513322453786080</id><published>2005-08-27T01:57:00.000-07:00</published><updated>2005-08-27T02:00:24.546-07:00</updated><title type='text'>Makin Banyak Keinginan, Makin Banyak Penderitaan</title><content type='html'>Bismillaahir Rahmaanir Rahiim .Tidak ada kekuatan&lt;br /&gt;kecuali Kekuatan milik Tuhan. Jika kalian tidak ingin&lt;br /&gt;menjadi apapun, kebahagian dan kedamaian akan kalian&lt;br /&gt;raih. Siapa yang ingin menjadi “seseorang”, maka&lt;br /&gt;penderitaan akan dipikulnya. Bertahun-tahun aku&lt;br /&gt;mengejar tujuan itu, untuk tidak menjadi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian menanyakan : “ Sudahkah Anda mencapainya&lt;br /&gt;?” maka akan kujawab : “Ya.”  Artinya aku telah&lt;br /&gt;mencapai kebahagiaan itu. Jika tidak, tidak akan&lt;br /&gt;pernah dicapai. Karena jika kalian meninggalkan&lt;br /&gt;eksistensi yang sementara ini dan masuk dalam samudra&lt;br /&gt;Ilahi yang abadi, kalian akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang terlempar dari bumi dan terbang, ada&lt;br /&gt;sebuah jarak ketika gravitasi akan menarik atau&lt;br /&gt;mendorong dia agar kembali jatuh. Namun ketika dia&lt;br /&gt;telah mencapai sebuah tingkatan tertentu, maka tidak&lt;br /&gt;ada gravitasi yang dapat mempengaruhinya. Di hatinya&lt;br /&gt;hanya ada kedamaian tanpa kesulitan-kesulitan. Namun&lt;br /&gt;pada jarak sebelumnya akan banyak terdapat kesusahan,&lt;br /&gt;ketakutan, dan bahaya. Setelah itu tidak akan ada&lt;br /&gt;masalah, kalian bisa terus melaju dan tidak akan&lt;br /&gt;pernah jatuh. Ketika menjadi bagian dari kehidupan&lt;br /&gt;ini, kita seperti bintang-bintang yang bergerak pada&lt;br /&gt;orbitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berputar di sekeliling keinginan-keinginan dan&lt;br /&gt;nafsu. Setiap keinginan fisik punya sebuah gaya&lt;br /&gt;gravitasi, sebuah gaya tarik yang menarik ruh-ruh kita&lt;br /&gt;untuk jatuh. Mustahil kalian selamat dari penderitaan,&lt;br /&gt;karena setiap keinginan membawa satu penderitaannya.&lt;br /&gt;Mungkin keinginan tertinggi dari seorang manusia&lt;br /&gt;adalah sebuah perkawinan.  Dan pernikahan ini membawa&lt;br /&gt;banyak sekali penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya di Eropa. Mereka lari dari pernikahan.&lt;br /&gt;Bahkan antar kekasih. Mereka juga membawa penderitaan,&lt;br /&gt;karena keinginan masing-masing  untuk memiliki seorang&lt;br /&gt;kekasih. Apakah penderitaan itu ? Mungkin saja setelah&lt;br /&gt;sekian lama, kekasihmu ingin meninggalkanmu namun kamu&lt;br /&gt;tidak ingin berpisah dengannya. Kemudian kamu mulai&lt;br /&gt;menangis. Padahal kamu laki-laki ! banyak laki-laki&lt;br /&gt;yang menangis karena wanita, bukan begitu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa adanya penderitaan, kalian tidak bisa menggapai&lt;br /&gt;keinginan. Ada yang ringan, adapula yang berat&lt;br /&gt;penderitaannya. Tapi selalu ada. Namun jika kalian&lt;br /&gt;tinggalkan keinginan-keinginan dan nafsu itu, maka&lt;br /&gt;tidak ada lagi gaya tarik yang akan  menjatuhkanmu ke&lt;br /&gt;arena penderitaan. Kalian telah mencapai daerah bebas&lt;br /&gt;penderitaan. Apa yang sedang saya katakan adalah suatu&lt;br /&gt;kenyataan, bukan suatu imajinasi. Semuanya pernah&lt;br /&gt;kalian coba dan usahakan. Kami meminta kalian mencapai&lt;br /&gt;tingkatan dimana tidak ada lagi penderitaan, sebuah&lt;br /&gt;area dimana kalian telah meninggalkan setiap nafsu dan&lt;br /&gt;mengikuti Kehendak Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa orang-orang bahagia tidak akan datang&lt;br /&gt;ke tempat ini. Aku dapat melihatnya dalam hatiku. Jika&lt;br /&gt;kalian datang untuk mencari kebahagiaan, kalian musti&lt;br /&gt;tahu cara mendapatkannya. Kebanyakan disini adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang menderita dan meminta jalan untuk&lt;br /&gt;keluar dari penderitaan. Namun kadang mereka yang&lt;br /&gt;memintanya malah semakin terjatuh dalam jurang&lt;br /&gt;penderitaan.  Mereka mencoba memadamkan api dengan&lt;br /&gt;bensin. Kadang latihan-latihan bisa berhasil, namun&lt;br /&gt;kadang membuat mereka semakin rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa latihan berguna bagi kaum wanita dan tidak&lt;br /&gt;cocok bagi kaum lelaki dan kadang sebaliknya. Untuk&lt;br /&gt;itu kami memiliki berbagai metode. Adalah penting&lt;br /&gt;untuk mengetahui dosis dari metode-metode yang&lt;br /&gt;digunakan bagi setiap orang. Setiap orang wajib&lt;br /&gt;mengenal diri sendirinya agar bisa disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk mengetahui dimana memulai dan dimana harus&lt;br /&gt;berhenti. Jangan seperti wanita yang sedang memasak&lt;br /&gt;sesuatu lalu mencampurkan segala hal ke panci tanpa&lt;br /&gt;tahu kapan dan apa yang harus di masukkan. Lalu ketika&lt;br /&gt;dibuka, ternyata semuanya hangus seperti arang.&lt;br /&gt;Jagalah diri sendiri karena tak ada yang lebih tahu&lt;br /&gt;diri kita kecuali kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu dan Ego mengakibatkan penyakit. Keinginan hari&lt;br /&gt;ini lebih banyak dari keinginan kemarin.&lt;br /&gt;Keinginan-keinginan tahun ini lebih banyak lagi dari&lt;br /&gt;tahun kemarin. Setiap tahun meningkat. Tak mungkin&lt;br /&gt;kita berhenti pada keinginan-keinginan yang sama.&lt;br /&gt;Ketika tahun berganti kalian mungkin berkata,” Ini&lt;br /&gt;kuno. Aku ingin model yang lebih baru.” Keinginan&lt;br /&gt;meningkat setiap bulan dan setiap tahun, tahap demi&lt;br /&gt;tahap. Apa alasannya ? Pasti ada alasan dibalik semua&lt;br /&gt;ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa keinginan-keinginan kita selalu&lt;br /&gt;bertambah adalah karena keimanan kita semakin melemah.&lt;br /&gt;Adalah iman / keyakinan yang menjadi dukungan bagi&lt;br /&gt;setiap orang. Jika tidak ada iman, tidak akan ada&lt;br /&gt;dukungan dari ruh pada fisik kalian. Jika ruh kalian&lt;br /&gt;mendukung tubuh fisik, maka kalian akan tetap berada&lt;br /&gt;pada tingkatan yang sama. Seiring dengan bertambahnya&lt;br /&gt;usia, kalian akan tetap berguna. Namun mereka yang&lt;br /&gt;bergantung karena kekuatan fisik saja tanpa mendukung&lt;br /&gt;ruh mereka dengan kekuatan spiritual, maka mereka akan&lt;br /&gt;jatuh dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan semakin melemah di jaman sekarang. Jika kita&lt;br /&gt;tidak yakin akan kehidupan akhirat yang abadi, maka&lt;br /&gt;kita berpikir bahwa keinginan-keinginan kita harus&lt;br /&gt;terpenuhi saat ini juga, di kehidupan ini. Maka tiap&lt;br /&gt;orang bergegas  mendapatkan keinginan-keinginan&lt;br /&gt;mereka. Dan jika kalian berlari dibelakang&lt;br /&gt;keinginan-keinginan itu, kalian akan kelelahan dan&lt;br /&gt;semakin tidak terpuaskan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang berpikir bahwa dia akan mati esok hari&lt;br /&gt;maka dia akan berpesan,” Aku harus makan&lt;br /&gt;sebanyak-banyaknya, antar semua makanan kesini !”&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan terjadi ? Apa yang akan dirasakan&lt;br /&gt;orang itu setelah satu piring dihabiskan ? Rasa enak&lt;br /&gt;makanan itupun hilang.  Adalah suatu ketololan bila&lt;br /&gt;dia berusaha untuk terus makan dan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menampik segala hal tentang akhirat yang&lt;br /&gt;abadi. Mereka hanya ingin kenikmatan bagi tubuhnya.&lt;br /&gt;Kalian harusnya sadar bahwa kalian disini adalah satu&lt;br /&gt;untuk satu. Tidak bisa kalian makan 2 porsi orang.&lt;br /&gt;Jika makan terlalu banyak, maka kalian akan menjadi&lt;br /&gt;gemuk. Artinya kita tidak pernah bisa mencapai semua&lt;br /&gt;keinginan-keinginan itu, karena kemampuan fisik kita&lt;br /&gt;terbatas. Sebuah mobil bisa melaju dengan kecepatan&lt;br /&gt;200 km perjam sepanjang kalian injak gasnya, tidak&lt;br /&gt;mungkin lebih dari itu. Menjadi orang yang tidak&lt;br /&gt;beriman membuat orang menjadi gila. Tidak bahagia dan&lt;br /&gt;mencetak mereka menjadi “orang yang tidak punya akal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kita menderita adalah karena tidak mampu&lt;br /&gt;mencapai keinginan-keinginan kita. Ada yang bertanya,”&lt;br /&gt;Mengapa aku tidak bisa menggapai&lt;br /&gt;keinginan-keinginanku?” Alasannya adalah karena hal&lt;br /&gt;itu mustahil. Kalian tidak bisa memakan semua hidangan&lt;br /&gt;atau memiliki semua wanita. Namun kalian ingin&lt;br /&gt;memiliki semuanya bagi diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian kehausan dan berlari ke laut untuk meminum&lt;br /&gt;airnya, maka kalian tidak akan puas. Namun jika kalian&lt;br /&gt;ambil secangkir air pegunungan, hal itu sungguh&lt;br /&gt;nikmat. Tapi yang dilakukan orang-orang adalah&lt;br /&gt;mengejar air laut ! Mereka bisa meledak karena&lt;br /&gt;kebanyakan minum. Itulah sumber dari penderitaan :&lt;br /&gt;tidak puas dengan bagian kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini adalah bagi banyak orang ! Kita masih&lt;br /&gt;seperti anak-anak kecil. Seorang anak laki-laki akan&lt;br /&gt;mengambil mainan sebanyak yang kalian mampu berikan.&lt;br /&gt;Namun jika ada anak lain yang datang, dia akan&lt;br /&gt;mengatakan , “ Ini semua untukku !” . Manusia tumbuh&lt;br /&gt;sepanjang usianya, namun mereka tidak melatih egonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego mereka masih seperti anak kecil. Sifat-sifatnya&lt;br /&gt;masih sama. Tidak mau berbagi dengan yang lain, hanya&lt;br /&gt;untuk kepentingan diri sendiri. Tidak mungkin bisa&lt;br /&gt;menyembuhkan orang semacam itu, mereka akan mati dalam&lt;br /&gt;penderitaan. Berbagai tingkatan penderitaan akan&lt;br /&gt;datang pada mereka. Tak ada obat bagi mereka, kecuali&lt;br /&gt;mulai beriman pada kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan menjadikan dokter-dokternya menjadi sakit&lt;br /&gt;dan juga menderita. Tak seorangpun memperoleh&lt;br /&gt;kebahagiaan kecuali beriman pada akhirat lalu&lt;br /&gt;mengatakan : “ Ini cukup bagiku. Sisanya yang lain&lt;br /&gt;biar mengambilnya.” Bihurmati Habib, Al- Fatihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa min Allah at Tawfiq,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani&lt;br /&gt;Diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112513322453786080?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112513322453786080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112513322453786080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112513322453786080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112513322453786080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/makin-banyak-keinginan-makin-banyak.html' title='Makin Banyak Keinginan, Makin Banyak Penderitaan'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112494043914114136</id><published>2005-08-24T20:26:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T20:27:19.146-07:00</updated><title type='text'>Socrates</title><content type='html'>Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang&lt;br /&gt;teman anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.&lt;br /&gt;Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda". "Baiklah,"&lt;br /&gt;kata Socrates. " Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :KEBAIKAN&lt;br /&gt;Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk". "Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk&lt;br /&gt;mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu: KEGUNAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?" "Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut. "Kalau begitu," simpul Socrates," jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata- kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112494043914114136?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112494043914114136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112494043914114136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112494043914114136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112494043914114136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/socrates.html' title='Socrates'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112493914756266332</id><published>2005-08-24T20:00:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T20:05:47.570-07:00</updated><title type='text'>Malam pertama dengan bidadari surga</title><content type='html'>Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku.&lt;br /&gt;Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, "Jadi juga kau nikah sama 'buntelan karung hitam' itu ....?!?" Duh......, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut 'buntelan karung hitam'.&lt;br /&gt;"Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!" sambung ibu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu...?" Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;"Oh.... rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu. baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!" DEGG !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yanto.... jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba," teguran Ismail membuyarkan lamunanku. Segera kuucapkan istighfar dalam hati.&lt;br /&gt;"Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah ...akhi," sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.&lt;br /&gt;"Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai !"&lt;br /&gt;Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.&lt;br /&gt;"Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain."&lt;br /&gt;Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama. Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum .... permintaan hafalan Qur'annya mau di cek kapan De'...?" tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur'an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui.&lt;br /&gt;"Nanti saja dalam qiyamullail," jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.&lt;br /&gt;Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku 'tidak menarik'. Sekelebat pikiran itu muncul ....dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, sudah saya katakan sejak awal ta'aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka," ... Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa:19)&lt;br /&gt;Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas."&lt;br /&gt;Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.&lt;br /&gt;"Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh... saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk," ucapnya lagi.&lt;br /&gt;"Tidak...De'. Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi," paparku sambil menggenggam erat tangannya.&lt;br /&gt;Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait do'a kubentangkan pada Nya.&lt;br /&gt;"Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.&lt;br /&gt;"...dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah ..." (QS. al-Baqarah:165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : Majalah Ishlah no 37/tahun III 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112493914756266332?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112493914756266332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112493914756266332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112493914756266332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112493914756266332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/malam-pertama-dengan-bidadari-surga.html' title='Malam pertama dengan bidadari surga'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112484786770905467</id><published>2005-08-23T18:42:00.000-07:00</published><updated>2005-08-23T18:44:27.723-07:00</updated><title type='text'>Wanita Suci</title><content type='html'>Wanita Suci...&lt;br /&gt;Untukmu izinkan, kugoreskan pena, merangkai kata demi kata khusus untuk dirimu. Mungkin aku memang tak romantis, tapi apa peduliku, kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Tapi... tahukah engkau? Dalam setiap jarak yang tercipta, ada letup kerinduan yang membuncah. Kerinduan akan sentuhan cinta yang kian menipis dalam kehidupan hari ini. Kerinduan akan Mar'atus shalihat 'perhiasan terindah' di tengah semakin rendahnya harga diri dan kemuliaan kaum yang menjadi tiang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci... &lt;br /&gt;Kau terindah di antara bunga yang pernah aku temui. Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku jumpai. Begitu indah kau tercipta sebagai hawa. Begitu anggun kau terlahir bagi adam. Tapi... bagiku kau bukanlah sekedar bunga, tak layak aku samakanmu dengan bunga–bunga yang terindah dan terharum sekalipun.. Tak ada satu perumpamaan pun tuk melukiskan keindahan diri sanubarimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Tahukah engkau? Dalam setiap lirikan yang tertatap, ada binarnya yang membekas dan menggoreskan keinginan. Karenanya, jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh, sebab itu akan membuatku selalu mengingatmu. Berarti memenuhi otakku dengan inginkanmu meski hanya bayang. Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding anganku. Menjadikanku berhasrat sepenuh hati, sepenuh jiwa, sesemangat mentari. Kasihan bayangmu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh dengan lumpur, dirimu terlalu suci, terlalu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Dalam setiap senyummu yang terkembang, ada jejaknya yang senantiasa melintas di pikiran. Maka, jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku bertampang macho seperti Zorro, atau memiliki tubuh seprti Rambo. Juga bukan karena aku terlalu indah, sama sekali bukan. Tapi karena aku seorang manipulator. Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas, meski diriku lebih kotor dari kubangan lumpur. Kau memang mulia, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi karena kau toh hanya manusia, hanya wanita biasa, meskipun kau wanita suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai, seperti itulah saat aku sendiri terpenjara sepi. Ketika semua t'lah pergi tiada peduli dengan diri ini. Saat kunikmati hari-hari sepi tiada arti, mencari arti cinta. Saat langkahku semakin lelah karena duniaku telah mendustakan dan menistakan arti kasih sayang. Akhirnya aku menemukanmu saat ku bergelut dengan waktu. Kau hadir atas nama cinta, membawa berjuta cinta dari Sang Maha Pencinta. Dalam tiap kalimat yang terucap, ada baitnya yang menghujam dan tertanam di hati. Saat kudengar tutur kata yang terucap, ada damai yang kurasakan. Bening sinar wajahmu sentuh kalbuku, hilangkan semua pedih dan bimbangku. Engkaulah yang tetap bersamaku saat ku ragu dan bimbang berpikir bisakah kembali. Kau yang s'lalu tenangkan badai agar tetap tegar ku berjalan. Ku cinta caramu mencintai aku, kau buka pintu hatiku. Aku tuliskan rangkaian kata sederhana ini untuk dirimu yang s'lalu bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Aku tahu aku takkan bisa menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama aku masih bernyawa aku 'kan selalu mencoba 'tuk jadi seperti yang kau minta. Kau telah menjadi terang dalam gelapku saat ku tersesat dan kau pun juga menyelamatkan seluruh hidupku. Maka izinkan aku, selama aku masih hidup di dunia akan kujaga dirimu selayaknya sang putri raja walau ku tahu kau tak suka karena kau bisa jaga dirimu sendiri. Karena itu aku bangga bisa menjadi kenangan, bisa mengenalmu, bisa mencintaimu meskipun ku tahu dirimu bukan untukku. Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun aku tak pernah berani sentuh. Jangan pernah kalah dengan ribuan mimpiku tentangmu dan inginku karena sucimu, Kuatkan diri indahmu tuk kau pertaruhkan. Mungkin kau tak peduli, tapi kau akan jadi wanita biasa, tak lebih, di hadapanku jika kau kalah dalam pertaruangan nafsumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Beri sepenuh diri pada dirinya, sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati bawa dirimu pada Sang Maha Pencinta. Untuknya dirimu ada, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggulah sang lelaki suci datang menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad. Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah. Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci. Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh hati sedalam arti ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini. Mungkin dirimu disiapkan untuk menjadi 'Ainul Mardiyah bidadari penghuni surga bagi lelaki pilihan-Nya. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu yang kau bangun dengan kekhusyu'an ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah, karena Dia Yang Maha Mengetahui.Mungkin kebaikan itu bukan terletak pada lelaki terpilih itu, melainkan pada jalan yang telah kau pilih. Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih tertinggi. Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta dan menerima yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci...&lt;br /&gt;Engkaulah madrasah pendidik generasi, tempat bersemai mujahid-mujahid pengganti peluh serta darah yang telah tertumpah di hamparan bumi Islam tercinta ini. Dirimu adalah penentram jiwa yang gundah di kala ujian dan goda datang menimpa. Kaulah peneguh hati nan dilanda sunyi, senyummu penyejuk sanubari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Untuk-mu Ukhtii pendamba Predikat Wanita Suci sejati"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112484786770905467?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112484786770905467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112484786770905467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112484786770905467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112484786770905467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/wanita-suci.html' title='Wanita Suci'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112442661145940555</id><published>2005-08-18T21:42:00.000-07:00</published><updated>2005-08-18T21:43:31.466-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sebatang Bambu</title><content type='html'>Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang&lt;br /&gt;bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.&lt;br /&gt;Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk&lt;br /&gt;menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,&lt;br /&gt;Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa&lt;br /&gt;saluran air itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau&lt;br /&gt;dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang&lt;br /&gt;dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah&lt;br /&gt;engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat&lt;br /&gt;yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila&lt;br /&gt;aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan&lt;br /&gt;mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat&lt;br /&gt;tumbuh dengan subur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam....., kemudian dia berkata&lt;br /&gt;kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau&lt;br /&gt;menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku,&lt;br /&gt;bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah&lt;br /&gt;ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam&lt;br /&gt;tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat&lt;br /&gt;melalui semua proses itu, Tuan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani menjawab batang bambu  itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui&lt;br /&gt;semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari&lt;br /&gt;semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna&lt;br /&gt;bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau&lt;br /&gt;kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu&lt;br /&gt;hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa&lt;br /&gt;saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur&lt;br /&gt;dan berbuah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak&lt;br /&gt;habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di&lt;br /&gt;hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah&lt;br /&gt;sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia&lt;br /&gt;sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan&lt;br /&gt;bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan&lt;br /&gt;memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada&lt;br /&gt;kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk&lt;br /&gt;menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Ini aku Allah, perbuatlah&lt;br /&gt;sesuai dengan yang Kau kehendaki."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112442661145940555?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112442661145940555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112442661145940555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112442661145940555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112442661145940555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/kisah-sebatang-bambu.html' title='Kisah Sebatang Bambu'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112418072603588095</id><published>2005-08-16T01:24:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T01:25:26.046-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Semut</title><content type='html'>Pukul 22.30 WIB, huh ... lelahnya aku seharian menyelesaikan pekerjaan&lt;br /&gt;kantor yang tak habis-habisnya. Kurebahkan tubuhku di lantai depan&lt;br /&gt;televisi, sementara kubiarkan TV menyala untuk tetap menjaga agar aku&lt;br /&gt;tidak terlelap. Suhu yang sedikit panas memaksaku membuka kemeja dan&lt;br /&gt;membiarkan kulitku bersentuhan dengan sejuknya lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaauww ... brengsek!" gumamku Segera kutepis sesuatu yang menggigit&lt;br /&gt;lenganku hingga ia terjatuh di lantai, ternyata seekor semut hitam.&lt;br /&gt;"Kurang ajar! Apa ia tidak mengerti kepalaku begitu penat dan tubuhku&lt;br /&gt;ini&lt;br /&gt;seperti mau hancur? Apa ia juga tidak tahu kalau aku sedang&lt;br /&gt;beristirahat?"&lt;br /&gt;pikirku seraya kembali merebahkan tubuhku. Tapi, belum sampai seluruh&lt;br /&gt;tubuh ini jatuh menempel lantai,&lt;br /&gt;"addduuhhh!" Lagi-lagi semut kecil itu menggigitku. Kali ini punggungku&lt;br /&gt;yang digigitnya dan gigitannya pun lebih sakit. "heeeh, berani sekali&lt;br /&gt;makhluk kecil ini," gerutuku kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya kulayangkan tapak tangan ini untuk membuatnya mati tak&lt;br /&gt;berkutik 'mejret' di lantai. Namun sebelum tanganku melayang, ia justru&lt;br /&gt;sudah mengacung-acungkan kepalan tangannya seperti menantangku &lt;br /&gt;bertinju.&lt;br /&gt;Kuturunkan kembali tanganku yang sudah berancang-ancang dengan jurus&lt;br /&gt;'tepokan maut', kuurungkan niatku untuk menghajarnya karena kulihat&lt;br /&gt;mulutnya yang komat-kamit  seolah mengatakan sesuatu kepadaku. Awalnya&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;tidak mengerti apa yang diucapkannya, tapi lama  kelamaan aku seperti&lt;br /&gt;memahami apa yang diucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hey makhluk besar, anda menghalangi jalan saya! Apa anda tidak lihat&lt;br /&gt;saya&lt;br /&gt;sedang membawa makanan ini untuk keluarga saya di rumah ..." Rupanya ia&lt;br /&gt;begitu marah karena aku menghambat perjalanannya, lebih-lebih sewaktu&lt;br /&gt;punggungku menindihnya  sehingga ia harus terpaksa menggigitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kupersilahkan ia melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;meminta maaf kepadanya. Susah payah ia membawa sisa-sisa roti bekas&lt;br /&gt;sarapanku pagi tadi yang belum sempat kubersihkan dari meja makan.&lt;br /&gt;Kadang&lt;br /&gt;oleng ke kanan kadang ke kiri, sesekali ia berhenti meletakkan barang&lt;br /&gt;bawaannya sekedar mengumpulkan tenaganya sembari membasuh  peluhnya &lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;mulai membasahi tubuh hitamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuikuti terus kemana ia pergi. Ingin tahu aku di pojok mana ia tinggal&lt;br /&gt;dari bagian rumahku ini. Ingin kutawarkan bantuan untuk membantunya&lt;br /&gt;membawakan makanan itu ke rumahnya, tapi aku yakin ia pasti menolaknya.&lt;br /&gt;Berhentilah ia di sebuah sudut di samping lemari es sebelah dapur. Di&lt;br /&gt;depan sebuah lubang kecil yang menganga, ia letakkan  bawaannya itu dan&lt;br /&gt;kulihat seolah ia sedang memanggil-manggil semut-semut di dalam lubang&lt;br /&gt;itu. Satu, dua, tiga .... empat dan .... lima semut-semut yang tubuhnya&lt;br /&gt;lebih kecil dari semut yang membawa makanan itu berlarian keluar rumah&lt;br /&gt;menyambut  dengan sukaria makanan yang dibawa semut pertama itu. Dan, &lt;br /&gt;eh&lt;br /&gt;... satu lagi semut yang besarnya sama dengan pembawa roti keluar dari&lt;br /&gt;lubang. Dengan senyumnya yang manis ia mendekati si pembawa roti,&lt;br /&gt;menciumnya, memeluknya dan membasuh keringat yang sudah membasahi&lt;br /&gt;seluruh&lt;br /&gt;tubuh semut pembawa makanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm ... menurutku, si pembawa roti itu adalah kepala keluarga dari&lt;br /&gt;semut-semut yang berada di dalam lubang tersebut. Kelima semut-semut&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;lebih kecil adalah anak-anaknya sementara satu semut lagi adalah istri&lt;br /&gt;si&lt;br /&gt;pembawa roti, itu terlihat dari  perutnya yang agak buncit. "Mungkin ia&lt;br /&gt;sedang mengandung anak ke enamnya" pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut suami yang sabar, ikhlas berjuang, gigih mencari nafkah dan penuh&lt;br /&gt;kasih sayang. Semut istri tawadhu' dan qonaah menerima apa adanya &lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;penuh senyum setiap rizki yang dibawa oleh sang suami, juga ibu yang&lt;br /&gt;selalu memberikan pengertian dan mengajarkan anak-anak mereka dalam&lt;br /&gt;mensyukuri nikmat Tuhannya Dan, anak-anak semut itu, subhanallah ...&lt;br /&gt;mereka begitu pandai berterima kasih dan menghargai pemberian ayah&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;meski sedikit. Sungguh suami yang dibanggakan, sungguh istri yang&lt;br /&gt;membanggakan dan sungguh anak-anak yang membuat ayah ibunya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah ..., tiba-tiba tubuhku menggigil, lemas seperti tiada&lt;br /&gt;daya&lt;br /&gt;dan brukkk .... aku tersungkur. Kuciumi jalan-jalan yang pernah dilalui&lt;br /&gt;semut-semut itu hingga menetes beberapa titik air mataku. Teringat &lt;br /&gt;semua&lt;br /&gt;di mataku ribuan wajah semut-semut yang pernah aku hajar 'mejret' &lt;br /&gt;hingga&lt;br /&gt;mati berkalang lantai ketika mereka mencuri makananku. Padahal, mereka&lt;br /&gt;hanya  mengambil sisa-sisa makanan, padahal yang mereka ambil juga&lt;br /&gt;merupakan hak mereka atas rizki yang aku terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku makin deras mengalir membasahi pipi, semakin terbayang&lt;br /&gt;tangisan-tangisan anak-anak dan istri semut-semut itu yang tengah&lt;br /&gt;menanti&lt;br /&gt;ayah dan suami mereka, namun yang mereka dapatkan bukan makanan&lt;br /&gt;melainkan&lt;br /&gt;justru seonggok jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Allah ... keluarga semut itu telah mengajarkan kepadaku tentang&lt;br /&gt;perjuangan hidup, tentang kesabaran, tentang harga diri yang harus&lt;br /&gt;dipertahankan ketika terusik, tentang bagaimana mencintai keluarga dan&lt;br /&gt;dicintai mereka. Mereka ajari aku caranya mensyukuri nikmat Tuhan,&lt;br /&gt;tentang&lt;br /&gt;bagaimana perlunya ikhlas, sabar, tawadhu' dan qonaah dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya, ketika hendak merebahkan tubuh di lantai di&lt;br /&gt;bagian&lt;br /&gt;manapun rumahku aku selalu memperhatikan apakah aku menghambat dan&lt;br /&gt;menghalangi langkah atau jalan makhluk lainnya untuk mendapatkan rizki.&lt;br /&gt;Ingin rasanya aku hantarkan  sepotong makanan setiap tiga kali sehari &lt;br /&gt;ke&lt;br /&gt;lubang-lubang tempat tinggal semut-semut itu. Tapi kupikir, lebih baik&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;memberinya jalan atau bahkan mempermudahnya agar ia dapat memperoleh&lt;br /&gt;dengan keringatnya sendiri rizki tersebut, karena itu jauh lebih baik&lt;br /&gt;bagi&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : FAW&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112418072603588095?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112418072603588095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112418072603588095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112418072603588095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112418072603588095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/keluarga-semut.html' title='Keluarga Semut'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112417947446354598</id><published>2005-08-16T01:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T01:04:34.470-07:00</updated><title type='text'>Katak Dalam Tempurung</title><content type='html'>Seekor katak lama terkurung dalam suatu tempurung kelapa.&lt;br /&gt;Suatu hari ia berhasil keluar dari tempurung yang mengurungnya, dengan&lt;br /&gt;gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan dia bertemu dengan katak lain, namun dia heran mengapa katak&lt;br /&gt;itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.&lt;br /&gt;Dengan penasaran dia bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan&lt;br /&gt;lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran&lt;br /&gt;tubuh?"&lt;br /&gt;Katak itu menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau tinggal selama ini?&lt;br /&gt;Semua katak yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku&lt;br /&gt;lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu si katak baru tersadar bahwa selama ini tempurung itulah yang telah&lt;br /&gt;membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi katak lain yang hidup di alam&lt;br /&gt;bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang&lt;br /&gt;sama dengan katak tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu,&lt;br /&gt;kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita&lt;br /&gt;terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita&lt;br /&gt;tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita&lt;br /&gt;selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai&lt;br /&gt;mereka daripada mempercayai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa harimau "sang raja hutan" yang sangat kuat bisa diikat&lt;br /&gt;hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Harimau sudah akan merasa&lt;br /&gt;dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kaki nya, padahal&lt;br /&gt;"sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada&lt;br /&gt;apa yang kita alami.&lt;br /&gt;Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin&lt;br /&gt;kita capai.&lt;br /&gt;Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua&lt;br /&gt;pengorbanan itu pasti akan terbayar.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara&lt;br /&gt;hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain&lt;br /&gt;untuk kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112417947446354598?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112417947446354598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112417947446354598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112417947446354598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112417947446354598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/katak-dalam-tempurung.html' title='Katak Dalam Tempurung'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112417513048055058</id><published>2005-08-15T23:45:00.000-07:00</published><updated>2005-08-15T23:52:10.486-07:00</updated><title type='text'>Siapakah....??</title><content type='html'>Siapakah orang yang sibuk?&lt;br /&gt;Orang yang sibuk adalah? orang yang suka&lt;br /&gt;menyepelekan waktu solatnya&lt;br /&gt;seolah-olah ia mempunyai&lt;br /&gt;kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah orang yang manis senyumannya?&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai senyuman yang manis&lt;br /&gt;adalah orang yang ditimpa&lt;br /&gt;musibah lalu dia berkata&lt;br /&gt;"Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu&lt;br /&gt;sambil berkata,"Ya Rabb,&lt;br /&gt;Aku ridho dengan ketentuanMu ini",&lt;br /&gt;sambil mengukir senyuman.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Siapakah orang yang kaya?&lt;br /&gt;Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur&lt;br /&gt;dengan apa yang ada dan&lt;br /&gt;tidak lupa akan kenikmatan&lt;br /&gt;dunia yang sementara ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah orang yang miskin?&lt;br /&gt;Orang yang miskin adalah orang tidak&lt;br /&gt;puasdengan nikmat yang ada&lt;br /&gt;selalu menumpuk-numpukkan&lt;br /&gt;harta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah orang yang rugi?&lt;br /&gt;Orang yang rugi adalah orang yang sudah&lt;br /&gt;sampai usia pertengahan&lt;br /&gt;namun masih berat untuk melakukan&lt;br /&gt;adah dan amal-amal kebaikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling cantik?&lt;br /&gt;Orang yang paling cantik adalah orang yang&lt;br /&gt;mempunyai akhlak yang&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling&lt;br /&gt;luas?&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang paling luas&lt;br /&gt;adalah orang yang mati&lt;br /&gt;membawa amal-amal kebaikan di&lt;br /&gt;mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata&lt;br /&gt;memandang.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi&lt;br /&gt;dihimpit?&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang sempit&lt;br /&gt;adalah orang yang mati tidak&lt;br /&gt;membawa amal-amal kebaikkan lalu&lt;br /&gt;kuburnya menghimpitnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal?&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang menghuni surga&lt;br /&gt;kelak karena telah menggunakan&lt;br /&gt;akal sewaktu di dunia untuk menghindari&lt;br /&gt;siksa neraka.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Siapakah org yg PELIT ?&lt;br /&gt;Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan&lt;br /&gt;ini begitu saja, malah&lt;br /&gt;dia tidak akan menyampaikan&lt;br /&gt;kepada org lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT selalu memberkati kita&lt;br /&gt;semua....Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112417513048055058?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112417513048055058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112417513048055058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112417513048055058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112417513048055058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/siapakah.html' title='Siapakah....??'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112381612491817535</id><published>2005-08-11T19:57:00.000-07:00</published><updated>2005-08-11T20:08:44.926-07:00</updated><title type='text'>Jadilah Pelita</title><content type='html'>Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.&lt;br /&gt;Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu&lt;br /&gt;terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya!&lt;br /&gt;Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar &lt;br /&gt;orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang&lt;br /&gt;buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam&lt;br /&gt;perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia&lt;br /&gt;mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!"&lt;br /&gt;Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si &lt;br /&gt;buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita &lt;br /&gt;ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun.... Menyadari &lt;br /&gt;situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya &lt;br /&gt;tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak&lt;br /&gt;apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si&lt;br /&gt;penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka&lt;br /&gt;pun melanjutkan perjalanan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta&lt;br /&gt;kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,&lt;br /&gt;"Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya &lt;br /&gt;justru mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak... secara berbarengan &lt;br /&gt;mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka &lt;br /&gt;menjawab, "Iya...," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu&lt;br /&gt;menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris &lt;br /&gt;saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia &lt;br /&gt;pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul &lt;br /&gt;pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi &lt;br /&gt;saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat&lt;br /&gt;jalan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti&lt;br /&gt;menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan&lt;br /&gt;kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral&lt;br /&gt;rintangan (tabrakan!).&lt;br /&gt;Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,&lt;br /&gt;keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah &lt;br /&gt;orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah&lt;br /&gt;dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak&lt;br /&gt;melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih &lt;br /&gt;rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari&lt;br /&gt;pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang&lt;br /&gt;kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta"&lt;br /&gt;walaupun mereka bisa melihat. &lt;br /&gt;Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, &lt;br /&gt;yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja.&lt;br /&gt;Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau &lt;br /&gt;jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu. &lt;br /&gt;Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan &lt;br /&gt;kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat&lt;br /&gt;pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah&lt;br /&gt;pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin&lt;br /&gt;bijaksana. Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan&lt;br /&gt;pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah,&lt;br /&gt;apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA,&lt;br /&gt;bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.&lt;br /&gt;Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat &lt;br /&gt;dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. &lt;br /&gt;Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;GOD Bless You...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112381612491817535?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112381612491817535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112381612491817535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381612491817535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381612491817535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/jadilah-pelita.html' title='Jadilah Pelita'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112381530380428260</id><published>2005-08-11T19:38:00.000-07:00</published><updated>2005-08-11T19:55:03.816-07:00</updated><title type='text'>Mind Management</title><content type='html'>Selama ini kita mengenal istilah manajemen itu dalam istilah business management,&lt;br /&gt;kemudian marketing management atau mungkin Human Resources Development Management&lt;br /&gt;atau mungkin finance management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya akan memperkenalkan pada Anda apa yang disebut dengan mind&lt;br /&gt;management, manajemen pikiran.Kenapa saya ambil judul seperti itu? Karena saya terinspirasi oleh sebuah&lt;br /&gt;hadits yang mengatakan bahwa Allah mengikuti sangkaan seorang hamba terhadap-&lt;br /&gt;Nya. Jadi, ketika kita berpikir positif, maka itulah yang akan Allah kirimkan&lt;br /&gt;kepada kita. Ketika seorang menganggap dirinya berhasil, menggangap dirinya&lt;br /&gt;gagal, menganggap dirinya kecewa, atau menganggap dirinya susah, maka Tuhan&lt;br /&gt;akan mengirimkan pikiran itu kepada dirinya. If you think you can, you can.&lt;br /&gt;If you can not, you can not. Kalau Anda berpikir bisa, Anda pasti bisa.&lt;br /&gt;Tapi, kalau Anda berpikir sudah tidak bisa, maka Anda tidak akan bisa. Tuhan&lt;br /&gt;akan menakdirkan Anda tidak bisa. Maka, mulailah cara berpikir kita yang&lt;br /&gt;positif sehingga Allah akan mengirimkan kepada Anda pikiran yang positif,&lt;br /&gt;mind management.&lt;br /&gt;Para insan sejati, di dalam kehidupan mungkin Anda pernah mengalami apa&lt;br /&gt;yang saya sebut dengan istilah 4L: Letih, Lesu, Loyo, Lemah. Bukan hanya&lt;br /&gt;secara pikiran, bukan hanya secara batin, tapi juga secara fisik. Bisa secara&lt;br /&gt;fisik, bisa secara mental, bisa secara spiritual. Maka, kita perlu yang&lt;br /&gt;namanya physical fitness, mental fitness, dan spiritual fitness. Tapi, di&lt;br /&gt;bagian pengantar ini saya akan fokus membahas kenapa di dalam diri kita&lt;br /&gt;ada yang namanya 4L tadi. Kenapa itu  masuk ke dalam diri kita? Menyerang&lt;br /&gt;kehidupan kita? Bahkan, ini tidak terjadi secara individu saja, tetapi secara&lt;br /&gt;konteks masyarakat pun terjadi.&lt;br /&gt;Ada ketidaksemangatan dalam hidup. Kita akan melihat di sini kenapa kita&lt;br /&gt;menjadi tidak punya kekuatan dalam hidup ini. Why do become powerless. Kita&lt;br /&gt;punya power, tapi kenapa hari ini kita merasa tidak punya kekuatan untuk&lt;br /&gt;menyelesaikan persoalan-persoalan kita? Kita tidak bisa memecahkan masalah,&lt;br /&gt;bahkan masalah itu terasa lebih besar dibandingkan kemampuan kita. Kenapa&lt;br /&gt;ini terjadi? Itu karena powerless. Kekuatan kita tidak muncul.&lt;br /&gt;Saya mengajak Anda untuk mengenal darimana powerless ini muncul, darimana&lt;br /&gt;kekuatan-kekuatan yang berkurang ini muncul, kenapa kita menjadi powerless&lt;br /&gt;dalam kehidupan kita. Apa hambatan-hambatan yang dialami oleh seseorang&lt;br /&gt;sehingga dirinya menjadi powerless? Apa yang menyebabkan 4L itu bisa datang?&lt;br /&gt;Ada 4 penyebab: 2 penyebab yang datang dari dalam diri kita sendiri, dan&lt;br /&gt;2 penyebab yang datang dari luar. Ada penyebab secara internal dan ada penyebab&lt;br /&gt;secara eksternal.&lt;br /&gt;Penyebab secara internal, pertama, adalah apa yang disebut dengan bad self&lt;br /&gt;image, ada satu citra diri yang negatif. Tanpa disadari oleh kita, setelah&lt;br /&gt;kita berpuluh-puluh tahun menjalani hidup ini, tanpa terasa di dalam kehidupan&lt;br /&gt;kita dihinggapi oleh apa yang disebut bad self image. Ternyata image itu&lt;br /&gt;bukan hanya untuk perusahaan saja, diri kita juga perlu brand image, perlu&lt;br /&gt;citra. Setiap orang perlu citra. Tapi, kalau citra yang sudah terbentuk&lt;br /&gt;dalam diri kita adalah negatif, akan sulit buat kita untuk maju ke depan.&lt;br /&gt;Bad self image ini muncul dari lingkungan yang paling dekat dengan Anda,&lt;br /&gt;keluarga, ini yang paling dominan. Berdasarkan suatu penelitian, yang bisa&lt;br /&gt;mengubah dan menciptakan image seseorang adalah dari kehidupan di rumah&lt;br /&gt;Anda. The first school is at home and the first teacher is mother sekolah&lt;br /&gt;pertama untuk Anda itu adalah di rumah dan guru pertama yang paling baik&lt;br /&gt;itu adalah ibu Anda sendiri di rumah. Keluarga inilah yang akan membentuk&lt;br /&gt;brand image ini positif atau negatif.&lt;br /&gt;Para insan sejati, pernahkah Anda mengalami satu situasi ketika Anda masih&lt;br /&gt;sekolah di SD lalu Anda mendapatkan rapor dan Anda pada waktu itu agak kaget&lt;br /&gt;karena dari rapor Anda banyak yang merah dibandingkan yang bukan merah kemudian&lt;br /&gt;Anda mendapat ranking di bawah 20. Anda malu untuk menyerahkan rapor ini&lt;br /&gt;kepada orang tua Anda. Akhirnya Anda terpaksa menyerahkan. Apa ekspresi&lt;br /&gt;wajah orang tua Anda ketika melihat rapor Anda itu jelek? Tanpa disadari&lt;br /&gt;muncullah kata-kata, Memang kamu ini orang yang bodoh, kamu tuh tidak pintar,&lt;br /&gt;tidak seperti kakak kamu. Masuklah kata-kata tadi ke dalam pikiran kita&lt;br /&gt;dan itu terjadi berulang-ulang dalam kehidupan Anda, You are stupid, Anda&lt;br /&gt;bodoh. Anda tidak pintar, Anda goblok, dan segala macam bentuk istilah-&lt;br /&gt;istilah yang lain. Dan, istilah yang lebih kasar daripada itu masuk ke dalam&lt;br /&gt;pikiran Anda. Lalu, tanpa sadar itu membentuk satu rekaman yang sangat luar&lt;br /&gt;biasa di dalam otak Anda. Akhirnya, ketika Anda menjadi dewasa, Anda punya&lt;br /&gt;satu label, maaf, seolah-olah di atas jidat Anda tertulis kata-kata,I&lt;br /&gt;am a stupid, saya adalah orang yang bodoh, saya adalah orang yang tidak&lt;br /&gt;pandai. Ketika Anda berusaha untuk pintar atau maju, maka Anda selalu dihinggapi&lt;br /&gt;oleh perasaan, I am stupid, saya adalah orang yang bodoh. Itu yang saya&lt;br /&gt;maksud dengan bad self image.&lt;br /&gt;Kalau sebuah perusahaan mengeluarkan uang miliaran rupiah hanya untuk memperbaiki&lt;br /&gt;citra merek perusahaan, how to create brand image, bagaimana menciptakan&lt;br /&gt;brand image sebuah perusahaan. Saya punya beberapa kawan yang menjadi konsultan&lt;br /&gt;di bidang brand image, nilai proyeknya luar biasa. Ada yang 10 miliar, ada&lt;br /&gt;yang 20 miliar, hanya untuk mengubah logo atau untuk mengubah semboyan.&lt;br /&gt;Hanya untuk mengubah moto atau warna, mereka  habiskan dana yang cukup besar.&lt;br /&gt;Tapi, apakah Anda terpikir untuk mengeluarkan selain dana, melainkan pikiran&lt;br /&gt;dan waktu Anda untuk mengubah self image Anda yang sudah negatif tadi? Pernahkah&lt;br /&gt;kita terpikir untuk investasikan waktu kita, tenaga kita, dan pikiran kita&lt;br /&gt;untuk mengubah image kita yang negatif di mata orang atau di mata kita sendiri?&lt;br /&gt;Ini hal pertama yang menyebabkan Anda bisa mengalami lesu, letih, loyo,&lt;br /&gt;lemah dan sebagainya. Karena bad self image, ada citra diri yang negatif.&lt;br /&gt;Kita harus jauhi citra diri yang negative. Marilah kita bangun dengan self&lt;br /&gt;image yang positif. Itu yang pertama.&lt;br /&gt;Kita lihat yang kedua, apa yang disebut dengan bad experience, pengalaman&lt;br /&gt;buruk atau dalam dunia psikologi disebut dengan traumatic syndrome. Pernah&lt;br /&gt;Anda mengalami traumatic syndrome? Mungkin ada beberapa contoh kasus yang&lt;br /&gt;bisa saya sampaikan di sini. Salah satunya apa yang disebut dengan istilah,&lt;br /&gt;maaf, sexual harrasment atau sexual abussment. Pernah Anda membaca sebuah&lt;br /&gt;berita atau artikel di satu koran atau majalah, seorang anak gadis, maaf,&lt;br /&gt;diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri. Ketika dewasa mungkin ia akan mengalami&lt;br /&gt;apa yang disebut dengan traumatic syndrome. Dia merasa dirinya sudah tidak&lt;br /&gt;punya nilai apa-apa, Apalah artinya saya, saya pernah mengalami sexual&lt;br /&gt;harassment atau sexual abussment dari orang tua saya, dari ayah kandungnya&lt;br /&gt;sendiri. Setiap orang pasti mendapatkan musibah, tinggal bagaimana kita menilai&lt;br /&gt;peristiwa itu, positif atau negatif, karena Tuhan berfirman dalam surah&lt;br /&gt;Ali Imran ayat 191,  Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan&lt;br /&gt;sia-sia. Mahasuci Engkau, dan selamatkanlah kami dari api neraka. Apa pun&lt;br /&gt;musibah yang menimpa kita, walaupun kita tidak siap menerima musibah itu,&lt;br /&gt;pada dasarnya itu tidak ada yang sia-sia, semua itu ada manfaatnya, ada&lt;br /&gt;hikmahnya. Kata orang bijak, ada hikmah di balik itu semua.&lt;br /&gt;Jadi itu yang kedua, apa yang disebut dengan bad experience. Pernahkah&lt;br /&gt;Anda mengalami situasi seperti itu? Pernahkah anak Anda mengalami situasi&lt;br /&gt;seperti itu? Pernahkah pasangan hidup Anda mengalami pengalaman buruk seperti&lt;br /&gt;itu? Kalau iya, itu akan menyebabkan 4L tadi: Letih, Lesu, Loyo, dan Lemah.&lt;br /&gt;Karena bad experience tadi, pengalaman buruk menimpa Anda. Dan, bentuknya&lt;br /&gt;pada setiap orang itu berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi, tergantung&lt;br /&gt;bagaimana Allah memberikan kepada dia, Karena Allah selalu mempunyai satu&lt;br /&gt;skenario yang beraneka ragam pada setiap manusia, thata a miracle of life,&lt;br /&gt;itulah misteri kehidupan, itu hal yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Kita masuk kepada penyebab yang ketiga dari 4L tadi. Bad partner. Ketika&lt;br /&gt;Anda salah memilih teman, Anda salah memilih pasangan, maka ini akan mengakibatkan&lt;br /&gt;Anda mengalami powerless. Ada satu ungkapan seorang filsuf, Sebutkan teman-&lt;br /&gt;teman Anda, saya akan tebak siapa diri Anda. Ketika Anda memilih teman,&lt;br /&gt;itu akan menggambarkan siapa diri Anda sebenarnya. Kalau Anda terbiasa berteman&lt;br /&gt;dengan teman-teman yang negatif, maka Anda akan menjadi negatif juga. Ketika&lt;br /&gt;Anda biasa berteman dengan yang positif, maka Anda pun akan berpikir positif&lt;br /&gt;juga. Ini bisa menjadi penyebab Anda untuk mengalami powerless tadi, bad&lt;br /&gt;partner, Anda tidak pandai memilih teman.&lt;br /&gt;Para insan sejati, di dalam salah satu nasihat nabi kita Muhammad saw.&lt;br /&gt;Ada satu parameter yang membantu kita untuk bisa memilih teman yang baik&lt;br /&gt;itu seperti apa sih sebenarnya. Teman di sini maksudnya luas, bisa teman&lt;br /&gt;kehidupan, cara memilih suami atau istri. Atau teman dalam arti orang kepercayaan,&lt;br /&gt;kalau Anda seorang pimpinan maka Anda perlu orang kepercayaan. Bisa bermacam-&lt;br /&gt;macam bentuknya. Nabi Muhammad saw. memberi satu patokan bagaimana memilih&lt;br /&gt;teman yang baik. Kata beliau, ketika kita sudah ingin memilih seorang teman,&lt;br /&gt;maka engkau harus melihat pada 3 aspek. Yang pertama, sudahkah Anda bermalam&lt;br /&gt;di rumahnya, dalam arti positif tentu saja. Karena setiap orang itu akan&lt;br /&gt;berbeda penampilannya pada saat di luar rumah dan di dalam rumah. Yang kedua&lt;br /&gt;kata Nabi, sudahkah engkau musafir (bepergian jauh) bersamanya. Yang ketiga,&lt;br /&gt;sudahkah Anda mengadakan transaksi bisnis bersama dia, sudahkah Anda melakukan&lt;br /&gt;muamalah dengan dia. Banyak orang yang jujur dalam keseharian, tetapi begitu&lt;br /&gt;bicara masalah bisnis atau uang, kadang-kadang perubahan sikap itu akan&lt;br /&gt;terjadi. Oke, kita lihat penyebab yang keempat dari 4L yakni bad environment, lingkungan yang buruk, al-biah assayyiah. Para insan sejati, tidak cukup hanya sekadar teman yang baik, kita membutuhkan sebuah komunitas. Katakanlah Anda sekarang&lt;br /&gt;memiliki satu motivasi yang kuat untuk maju, Anda optimis, Anda positive&lt;br /&gt;thinking, tapi kalau Anda berada dalam satu lingkungan yang negatif, lama-&lt;br /&gt;lama Anda akan mengalami satu kontaminasi, nilai-nilai kebaikan Anda akan&lt;br /&gt;luntur dan hilang. Kenapa? Terlalu banyak dominansi lingkungan terhadap&lt;br /&gt;diri Anda. Atau sebaliknya, kalau kita berada dalam lingkungan yang positif,&lt;br /&gt;walaupun kita awalnya negatif, masuk ke dalam lingkungan yang positif, kita&lt;br /&gt;akan terkontaminasi yang positif juga, kita akan tertular yang positif juga.&lt;br /&gt;Jadi, pemilihan lingkungan sangat penting sekali. Itulah sebabnya di dalam&lt;br /&gt;Islam ada yang namanya konsep hijrah. Saya memahami hijrah ini bukan hanya&lt;br /&gt;satu aspek, tapi bagaimana kita melihat hijrah ini dalam 2 aspek. Hijrah&lt;br /&gt;secara fisik dan hijrah secara mental. Kita tidak hanya perlu hijrah secara&lt;br /&gt;fisik, tapi juga hijrah secara mental.&lt;br /&gt;Untuk menjadi baik tidak cukup hanya sekadar perubahan secara spiritual,&lt;br /&gt;tapi kita juga harus memilih lingkungan yang baik, pilihkan anak-anak kita&lt;br /&gt;dengan lingkungan yang baik, sekolah yang baik, tempat tinggal yang baik,&lt;br /&gt;pilihkan suami atau istri kita dengan lingkungan rumah tangga yang baik. &lt;br /&gt;Kita bentuk suasana rumah tangga itu rumah tangga yang ideal. Pilihlah untuk&lt;br /&gt;masyarakat kita suatu komunitas yang baik, pilihlah untuk rakyat kita lingkungan&lt;br /&gt;bangsa yang baik. Kalau semua sudah dibingkai dengan lingkungan yang baik,&lt;br /&gt;maka insya Allah kita tidak akan terjebak terhadap penyebab terjadinya 4L (Letih, Lesu, Lelah, dan Lemah) seperti bad partner, bad self image, bad&lt;br /&gt;experience, dan  traumatic syndrome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para insan sejati, saya akhiri pembahasan masalah ini dengan pepatah Nothing&lt;br /&gt;is impossible, everything is possible if you believe in Allah. Tidak ada&lt;br /&gt;yang mustahil di muka bumi ini kalau Anda percaya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dicuplik dari buku â€œLife Excellent, Menuju Hidup Lebih Baika, GIP, karya&lt;br /&gt;: Reza M Syarief).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112381530380428260?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112381530380428260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112381530380428260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381530380428260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381530380428260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/mind-management.html' title='Mind Management'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112381421709896769</id><published>2005-08-11T19:24:00.000-07:00</published><updated>2005-08-11T19:36:57.106-07:00</updated><title type='text'>Ketika Ikhwah Jatuh Cinta</title><content type='html'>Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada masaul dakwahnya, akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulana. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan. Afwan, terus terang juga tersinggung. Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakana.ia jatuh cinta pada ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masaul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan. Sang masaul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini. Sang akhwat kini mulai tersedak terbata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah, Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini. Masaul itu membuat keputusan, ana akan ajak bicara langsung akh fulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya masaul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang masaul berusaha menanggapinya searif mungkin. Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????â€ Masaul tersebut membuat penekanan substansial. Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta Aktivis Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?&lt;br /&gt;Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta lain muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini, akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi Cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik asing dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan misteri. Pertanyaan sederhana, Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Nikah dulu baru pacaran masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, Bagaimana caranya, emang bisa?. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.&lt;br /&gt;jadiâ€¦sudah beradi jatuh cinta??&lt;br /&gt;wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112381421709896769?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112381421709896769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112381421709896769' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381421709896769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112381421709896769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/ketika-ikhwah-jatuh-cinta.html' title='Ketika Ikhwah Jatuh Cinta'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-112329647468003842</id><published>2005-08-05T19:44:00.000-07:00</published><updated>2005-08-05T19:47:54.686-07:00</updated><title type='text'>Ngejomblo? PD aja lagi...!!!</title><content type='html'>sobat, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu disesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah tidak dinilai berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang berlimpah. Jadilah High Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah. Caranya? &lt;br /&gt;Pertama , HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam "Katakan Cinta". Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul kariimah . Dengan tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. Atau terbuka untuk menerima perbedaan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua , seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. Itu kan anugerah dari Allah, ya kudu disyukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake tebar pesona sana-sini. Apalagi sampai diobral. Emangnya produk sisa ekspor? Nggak lha yauw! &lt;br /&gt;Ketiga , seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak sehat. Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan RasulNya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah ada juga lho di antara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal. jodoh, rejeki, kebaikan dsb). Rasul saw. bersabda: &lt;br /&gt;"Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya" &lt;br /&gt;(HR al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi. Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota JI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah?! JI?! Sst…jangan bilang-bilang polisi ya. Entar didatengin pasukan antiteror 88 lagi. JI di sini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi CIA (Cowok Incaran Akhwat) atau FBI (Female Bidikan Ikhwan). Masa' nggak kepengen sih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : islamuda dot com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-112329647468003842?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/112329647468003842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=112329647468003842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112329647468003842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/112329647468003842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/08/ngejomblo-pd-aja-lagi.html' title='Ngejomblo? PD aja lagi...!!!'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110904346720464602</id><published>2005-02-21T19:23:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T19:37:47.210-08:00</updated><title type='text'>Dimata ibu, pengemis itu Raja</title><content type='html'>Secara langsung atau pun tidak teramat sering saya mendengar orang &lt;br /&gt;berkata, "Ah sudahlah, berdoalah untuk diri sendiri, biar besok atau &lt;br /&gt;lusa tak perlu mengemis lagi". Tentu saja kalimat itu dialamatkan &lt;br /&gt;kepada para pengemis yang kerap mendoakan para dermawan yang &lt;br /&gt;memberinya receh. Yang mengagumkan, para pengemis tua itu tak pernah &lt;br /&gt;menggubris omongan orang-orang itu dan tetap pada kewajibannya, &lt;br /&gt;mendoakan orang yang telah mendermanya agar senantiasa bertambah &lt;br /&gt;rezekinya dan diberikan kesehatan. &lt;br /&gt;Setiap kali saya mendapati kejadian itu, atau bahkan setiap kali saya &lt;br /&gt;melihat pengemis renta, saya selalu teringat ibu. Ibu teramat akrab &lt;br /&gt;dengan pengemis, karena ia senang menjadi sahabat pengemis. Dulu, &lt;br /&gt;saya dan anak ibu yang lain sering tidak mengerti mengapa ibu &lt;br /&gt;melakukan hal ini. Setiap pengemis tua renta atau cacat -dua puluh &lt;br /&gt;tahun lalu hanya pengemis seperti ini yang ada- yang datang ke rumah, &lt;br /&gt;ibu tak pernah membiarkan ia berada di balik pagar rumah. Tak sekadar &lt;br /&gt;kata "maaf" pengganti uang receh yang terhulur, bahkan ibu &lt;br /&gt;mempersilahkannya masuk dan menawarinya makan atau minum. &lt;br /&gt;Ibu tahu, mereka telah menempuh perjalanan panjang nan melelahkan. &lt;br /&gt;Ribuan kilo mereka susuri, ribuan kata terekam di telinga mereka, &lt;br /&gt;ribuan pintu yang sengaja tertutup untuk mereka, meski hanya sekeping &lt;br /&gt;dua keping yang terbawa ke rumah menjelang senja. Ibuku bukan orang &lt;br /&gt;berada, seringkali ibu juga tak punya uang untuk memberi. Tapi itu &lt;br /&gt;bukan alasan bagi ibu untuk tak menghormati mereka. Ibu tetaplah ibu, &lt;br /&gt;ia senantiasa mempersilahkan para pengemis itu untuk mampir dan &lt;br /&gt;mencicipi yang ada, meski sekadar air putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering menduga, ibu sering mendapati keadaan tak punya uang &lt;br /&gt;sedikit pun saat para pengemis itu datang. Tapi ibu juga tak ingin &lt;br /&gt;semua pengemis mengenal wajah kami sebagai wajah-wajah bukan &lt;br /&gt;penderma, ibu tak pernah rela jika pengemis menandai rumah kami &lt;br /&gt;adalah rumah yang dihuni orang-orang kikir. Ibu ingin mereka tahu &lt;br /&gt;bahwa pintu kami selalu terbuka untuk mereka, meski ibu sendiri &lt;br /&gt;sering tak tahu harus memberi apa kepada mereka. Maka jadilah, kadang &lt;br /&gt;saya mendapati hanya air putih yang mereka dapat. Tapi sungguh, &lt;br /&gt;senyum ikhlas dan doa dari mereka itu yang membuat ibu merasa puas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ibu berjumlah lima, karena itu ibu sering memasak dalam &lt;br /&gt;jumlah banyak. Tapi ternyata ibu selalu memasak lebih dari yang kami &lt;br /&gt;butuhkan. "Untuk tamu-tamu istimewa kita," terang ibu. Dan di mata &lt;br /&gt;ibu, para pengemis yang sering datang itu lah para tamu istimewa, &lt;br /&gt;mereka seperti raja yang selalu punya singgasana di rumah kami. &lt;br /&gt;Sekali lagi, meski hanya air putih yang dapat kami persembahkan, kami &lt;br /&gt;memberinya dengan penuh hormat dan hati menunduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, puluhan tahun sudah keluarga kami melakukan itu. Ibu &lt;br /&gt;senantiasa mengingatkan agar anak-anak ibu juga melakukan hal yang &lt;br /&gt;sama, tak peduli sesulit apa pun keadaan kita. "Kamu mau kan kalau di &lt;br /&gt;akhirat kelak mereka menjadi saksi bahwa kita telah mengikuti satu &lt;br /&gt;ajaran rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah itu, lanjut ibu, sering berdekatan dengan para fakir miskin. &lt;br /&gt;Jika demikian, kepada mereka lah kita mesti mendekat, karena itu &lt;br /&gt;berarti kita juga tengah berupaya mendekati Allah. Ah, saya yang &lt;br /&gt;berpendidikan lebih tinggi dari ibu ternyata sering tidak mampu &lt;br /&gt;menangkap makna terdalam dari sebuah keluhuran. Memberi dan membantu &lt;br /&gt;orang lain, hakikatnya adalah menolong diri sendiri. Sungguh, saya &lt;br /&gt;telah membuktikan kata-kata ibu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110904346720464602?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110904346720464602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110904346720464602' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110904346720464602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110904346720464602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/dimata-ibu-pengemis-itu-raja.html' title='Dimata ibu, pengemis itu Raja'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110861047555358268</id><published>2005-02-16T19:12:00.000-08:00</published><updated>2005-02-18T18:53:26.210-08:00</updated><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Dahsyatnya Sakaratul Maut, Siapkah kita untuk Menghadapinya ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". (Qs. Al- An'am : 93).&lt;br /&gt;"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).&lt;br /&gt;Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.&lt;br /&gt;Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,&lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).&lt;br /&gt;"Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;"Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.&lt;br /&gt;"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius.&lt;br /&gt;"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.&lt;br /&gt;"Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s&lt;br /&gt;"Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;"Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;"Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;"Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah kita untuk menghadapinya ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110861047555358268?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110861047555358268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110861047555358268' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110861047555358268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110861047555358268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852498394855698</id><published>2005-02-15T19:31:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T19:36:23.956-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Silahturahmi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan," sabda Rasulullah SAW, "adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmni, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan." (HR. Ibnu Majah). SILATURAHMI tidak sekedar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata dari silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang.Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR. Bukhari).Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa silaturahmi tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh, namun harus melibatkan pula aspek hati di dalamnya. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu daripada yang dilakukan orang lain pada kita.Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang tinggi. Boleh jadi kita melakukannya karena merasa malu atau berhutang budi kepada orang tersebut. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya walau harus menempuh jarak yang jauh dan melelahkan, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita, seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada para sahabat, "Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah". Para sahabat pun bertanya, "Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?" Beliau kemudian bersabda lagi, "Hendaklah kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskannya, memberi sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada kalian, dan hendaklah kalian bersabar (jangan lekas marah) kepada orang yang menganggap kalian bodoh" (HR. Hakim).Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).Dari sini terlihat jelas, betapa pentingnya menyambungkan tali silaturahmi dan memperkuat nilai persaudaraan tersebut. Betapa tidak! Dengan silaturahmi maka akan terjalinlah rasa kasih sayang dengan sesama manusia, bahkan dengan makhluk Allah lainnya. Bila ini terjadi maka rahmat dan kasih sayang Allah pun akan turun dan menaungi hidup kita. Tapi sebaliknya, rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh bila tali silaturahmi sudah terputus di antara kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan".Seorang sahabat yang bernama Abu Awfa pernah betutur kisah. Ketika itu, kata Abu Awfa, kami berkumpul dengan Rasulullah SAW. Tiba-tiba beliau bersabda, "Jangan duduk bersamaku hari ini orang yang memutuskan tali silaturahmi". Setelah itu seorang pemuda berdiri dan meninggalkan majelis Rasul. Rupanya sudah lama ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf kepada bibinya tersebut, dan bibinya pun memaafkannya. Ia pun kembali ke majelis Rasulullah SAW dengan hati yang lapang. * * * SAHABAT, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan kepada sesama muslim. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sudah saling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di jauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala yang lebih luas, dalam lingkup sebuah negara. Bila di dalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bahwa bangsa dan negara tersebut akan terputus dari rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dari sini bisa kita pahami mengapa Rasulullah SAW tidak mentoleransi sekecil apapun perbuatan-perbuatan yang akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, sebab prasangka itu sedusta-dustanya cerita (berita). Jangan pula menyelidiki, mematai-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah saling menghasud, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara" (HR. Bukhari Muslim). Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Ini sangat penting. Sebab, bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya, laksana buih di lautan yang mudah diombang-ambing gelombang, bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah. Wallahu a'lam&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852498394855698?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852498394855698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852498394855698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852498394855698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852498394855698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/rahasia-silahturahmi.html' title='Rahasia Silahturahmi'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852370682579354</id><published>2005-02-15T19:07:00.000-08:00</published><updated>2005-02-18T18:55:48.063-08:00</updated><title type='text'>Kisah Belalang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?" Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan." Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852370682579354?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852370682579354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852370682579354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852370682579354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852370682579354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/kisah-belalang.html' title='Kisah Belalang'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731505187916804</id><published>2005-02-01T19:21:00.000-08:00</published><updated>2005-02-01T19:30:51.880-08:00</updated><title type='text'>Jika Kamu....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika kamu memancing ikan.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup. Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang... Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya ia dibuang ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anggaplah dia manusia biasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terlalu ingin mengejar kelezatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kamu akan menyesal. Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu, Menyayangimu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengasihimu,Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain. Kamu juga yang akan menyesal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731505187916804?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731505187916804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731505187916804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731505187916804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731505187916804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/jika-kamu.html' title='Jika Kamu....'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731448312282669</id><published>2005-02-01T19:17:00.000-08:00</published><updated>2005-02-01T19:21:23.123-08:00</updated><title type='text'>Wanita,Wajib Menjaga Wibawa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak!! Ya, wanita saat ini banyak yang mulai terjerumus pada hal-hal yang jauh dari nilai-nilai keislaman yang telah menjadi fitrah mereka selama ini. Tak hanya busana, bahkan tutur kata hingga tata lakunya pun kini sudah tidak mencerminkan sikap-sikap yang islami lagi. Gejala apa ini? Apakah memang kita terlalu lemah menyikapi tantangan hidup ini? Sebutlah Rahma, gadis yang sejak usia SMP sudah belajar di pesantren, dan selama enam tahun tinggal di asrama bersama teman-temannya ia mendalami ilmu agama. Agar menjadi seorang wanita shalihah yang bisa menjaga dirinya dan keluarganya sesuai dengan yang telah disyariatkan oleh agama, itulah cita-citanya. Harapan itu memang tercapai saat Rahma masih berada di pesantren. Namun, keshalihahan dan ketaatannya terhadap nilai Islam perlahan memudar menjelang tahun ketiga saat Rahma kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang mayoritas mahasiswanya sudah terbawa arus pergaulan jaman. Maka Rahma yang biasa menutup aurat dengan baju gamis dan tutur kata sopan, berubah menjadi seorang Rahma yang cenderung tak bermoral. Sepasang busana ketat kini membungkusnya dari mulai kepala hingga kaki. Kerudung lebarnya pun kini telah berganti menjadi sehelai kerudung pendek yang ujung-ujungnya ditarik ke belakang hingga jelaslah aurat-aurat yang tidak seharusnya dia perlihatkan pada orang lain selain mahramnya. Tak hanya itu, kata-kata gaul dan celetukan-celetukan nakal kini telah lancar diucapkannya di depan umum, tak jarang nama binatang diikutsertakannya di akhir kata. Astagfirullah!!! Rahma hanya satu contoh kasus. Karena jujur, masih banyak lagi Rahma-Rahma yang lain berkeliaran di luar sana. Sehingga tak bisa dipungkiri lagi, jika lingkungan dengan pergaulan yang tidak tertib ternyata menjadi salah satu faktor yang dominan dalam mengubah perilaku seseorang. Memang, saat memasuki lingkungan tertentu awalnya wanita berjilbab selalu merasa asing dengan sekelilingnya yang memiliki penampilan dan perilaku berbeda. Mungkin ada semacam jeda yang hadir dalam hatinya. Sehingga iapun membatasi pergaulannya hanya dengan orang-orang yang memiliki persamaan dengannya. Namun, kebekuan diantara yang berbeda itu perlahan mulai mencair dan mulai saling memahami Dalam kasus Rahma misalnya. Saat teman-temannya yang mayoritas anak gaul berpendapat kalau jilbab adalah busana yang kuno dan hanya dipakai oleh nenek-nenek, rasa percaya diri Rahma perlahan-lahan mulai memudar. Apalagi saat itu Rahma benar-benar dalam posisi dimana dirinya sendirilah yang memiliki perbedaan. Sehingga tanpa terasa, sedikit demi sedikit sikap dan penampilannyapun mulai berubah. Latah!! Sebenarnya kelatahan seperti itu tidak perlu terjadi. Tentunya jika kita berlaku sebagai wanita yang bisa bertindak lebih bijaksana dan berwibawa saat menolak berbagai ajakan yang menurut kita tak sesuai dengan Syariat. Tak perlu peduli pada orang yang mengatakan kita fanatik, sok alim dan lain sebagainya. Biarkan saja mereka memandang kita sebagai wanita kuno yang tidak bersyukur karena tidak mau memperlihatkan keindahan fisik yang telah diberikan sang pencipta. Terserah!!! Yang penting bagi kita adalah bisa menjadi wanita yang baik menurut Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wanita!!! Bisa menjaga diri, adalah ujian terberat kita saat ini. Namun percayalah, ada hikmah yang bisa kita petik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731448312282669?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731448312282669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731448312282669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731448312282669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731448312282669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/wanitawajib-menjaga-wibawa.html' title='Wanita,Wajib Menjaga Wibawa'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731369701050889</id><published>2005-02-01T19:03:00.000-08:00</published><updated>2005-02-01T19:08:17.010-08:00</updated><title type='text'>Agar Muslimah Tetap Cuantik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo'a. Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga'. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -Allah SWT dengan dzikir dan do'a-. Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku). (HR Ahmad). Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur. Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih. Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731369701050889?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731369701050889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731369701050889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731369701050889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731369701050889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/agar-muslimah-tetap-cuantik.html' title='Agar Muslimah Tetap Cuantik'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731341171185817</id><published>2005-02-01T19:02:00.000-08:00</published><updated>2005-02-01T19:03:31.710-08:00</updated><title type='text'>Jilbabku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kenapa kamu pake jilbab?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbagai variasi aku menjawab pertanyaan itu, tapi intinya aku mengatakan bahwa itu sebagai rasa terimakasih pada Allah SWT yang telah mengkaruniakan aku segala macam nikmat yang begitu banyak. Alasan itu sebagai perumpamaan atas alasan yang belum aku dapatkan jawabannya secara pasti kenapa aku tergerak memakai pakaian yang selalu menginspirasikan setiap aku memilih pakaian. Hal itu sudah sejak lama berlangsung, sejak dari SMA, hingga kemudian Allah memberi kekuatan untuk mendobrak keraguanku memakainya.Berbagai persepsi orang menilai keberadaan aturan berpakaian yang membatasi pandangan mata itu. Semua orang bebas berpendapat dan menilai berdasarkan pandangan masing-masing. Itu hak asazi. Hak setiap orang, sebagaimana aku berhak menentukan bagaimana caraku berpakaian. Perbedaan sudut pandang tidak seharusnya memisahkan manusia sebagai makhluk sosial. Manusia diciptakan Allah dengan berbagai macam perbedaan, dan itulah yang membuat hidup jadi lebih bergairah dan dinamis. Perbedaan dari sisi mana manusia melihat tidak sepatutnya kemudian bersitegang saling memaksakan kehendak bahwa pandangan merekalah yang benar. Apakah memandang satu sisi mata uang membuat anda bisa memandang sisi lain dari mata uang itu? Kita tidak bisa memandang dua sisi secara bersamaan, kita hanya bisa melihat apa yang ada didepan kita. Hanya Allah SWT yang mampu melakukan itu.Setelah mengalami berbagai konfrontasi baik secara langsung maupun tidak langsung, tersamar dan yang nyata, aku menyadari bahwa pakaian kebesaran itu adalah bentuk nyata dari perlindungan Allah terhadap wanita Islam. Perlindungan dari pandangan yang sia-sia yang secara sadar atau tidak dapat memberikan dampak buruk bagi wanita itu sendiri maupun bagi orang-orang disekitarnya. Dampak itu bisa secara langsung berupa fitnah dan mengundang orang untuk membicarakan tentangnya maupun dampak yang secara terus menerus berakumulasi menjadikan karakter manusia-manusia dengan degradasi moral yang kian menurun, titik kritisnya terjadi pelecehan seksual dan beragam penganiayaan yang berobjek wanita.Jilbab mampu meredam keliaran seperti itu. Jilbab meneduhkan dan mendamaikan gejolak hati dan imajinasi manusia yang tak terbatas ruang dan waktu.Jilbab mengagungkan derajat wanita sedemikian tinggi, sampai-sampai hanya suamilah yang berhak melihat kecantikan dan keelokan seorang wanita. Allah melindungi wanita serapat mungkin dari celah-celah yang menyusupkan kerusakan moral bagi wanita itu sendiri dan orang-orang disekitarnya. Semua wanita diciptakan indah dan cantik di mata setiap laki-laki. Tanyalah pada setiap laki-laki, jika mereka mengatakan ya, maka ia seharusnya mengerti bahwa jilbab itu adalah pakaian paling indah untuk wanita. Jika ia laki-laki yang mencintai Allah sedemikian dalam, maka ia sungguh mengerti bahwa Allah sangat menyayangi wanita, lebih senang menciptakan wanita, menjadikan wanita sebagai perhiasan surga dan memberikan pakaian kebesaran untuk mereka. Subhanallah… (alderosa) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731341171185817?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731341171185817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731341171185817' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731341171185817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731341171185817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/jilbabku.html' title='Jilbabku'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731303156831346</id><published>2005-02-01T18:52:00.000-08:00</published><updated>2005-02-01T18:57:11.566-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslimah Diams</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diam adalah emas...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Dewasa.             &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang muslimah dituntut untuk dewasa. Bukan hanya dewasa dari segi fisik atau usia, tetapi dituntut untuk bisa dewasa atau matang dalam sikap dan perbuatan. Seorang ibu dituntut untuk bersikap dewasa dihadapan anak-anak dan keluarganya. Jika seorang muslimah tidak bisa bersikap dewasa, maka ia akan tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya, juga dia tidak akan sabar dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.              Memang, setiap individu memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Tak masalah, jika usia seseorang masih terbilang muda, atau remaja, tapi pikirannya dewasa, sebaliknya, tak lucu jika seseorang yang sudah dewasa dari segi umur, namun sifatnya masih sangat kekanak-kanakkan. Seorang muslimah pun dituntut selalu berpikiran jernih di setiap kondisi. Semua itu bisa diraih bila muslimah bersikap dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Inovatif              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang muslimah dituntut untuk inovatif, selalu mempunyai gagasan dan ide-ide baru hingga segala sesuatu tidak terkesan monoton dan membosankan. Contoh, jika seorang ibu rumah tangga terus-terusan memasak masakan yang sama, tanpa ada inovasi-inovasi, tentu akan membuat anggota keluarganya bosan. Atau tatanan kamar yang sama selama bertahun-tahun, tentu akan membuat kita bosan.             &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Coba, jika kepala kita sedang penuh masalah, lalu kita rubah interior kamar kita, buang atau simpan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan. Insya Allah, suasana baru akan membantu menyegarkan pikiran kita. Atau juga, jika kita memiliki beberapa pakaian lama yang masih bagus, kita bisa memperbaharuinya dengan menambah atau mevariasikannya dengan baju-baju lain atau dengan beberapa aksesoris, sehingga terkesan baru. Akan banyak hal-hal baru yang terciptakan yang akan membuat perubahan dalam hidup kita jika selalu berfikiran inovatif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Alami           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bersikaplah wajar, alami, tidak dibuat buat. Berperilaku wajar dan alami tidak dibuat-buat. Berdandan wajar, alami tidak terlalu menor. Karena kadang segala sesuatu yang berlebihan malah membuat sesuatu jadi tidak enak dipandang. Segala sesuatu yang alami tak akan pernah lekang ditelan jaman. Biarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, sesuai kehendak Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. Menyejukkan             &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang muslimah haruslah jadi penyejuk bagi suami juga keluarganya. Seperti yang dilakukan Bunda Khadijah saat Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu pertama. Siti Khadijah menenangkan beliau. Siti Khadijah juga yang setia mendampingi Rasulullah SAW dalam setiap langkahnya. Seorang istri haruslah bisa jadi penyejuk dalam setiap langkah suaminya, penerang dalam gelapnya.              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang muslimah harus bisa jadi penyejuk di tengah lingkungannya, jangan sampai jadi pemanas suasana. Banyak wanita yang menghabiskan waktunya untuk bergosip, membuat suasana menjadi panas. Seorang istri harus dengan sabar mendampingi suaminya, karena banyak rumah tangga yang suasananya menjadi panas, hanya karena si istri menuntut terlalu banyak dari suaminya. Sudah banyak diriwayatkan, bahwa sebagian besar pengisi neraka adalah wanita. Na'udzubillahi min dzalik.              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang ibu juga harus selalu jadi penyejuk bagi anak-anaknya, menjadi pendengar yang setia dari setiap keluhan yang diceritakan anak-anaknya, dengan memberi thausiyah-thausiyah yang menyejukkan kalbu. Subhanallah, alangkah indahnya jika seorang muslimah bisa menjadi penyejuk pandangan setiap insan, terutama keluarganya. Dimana ia menjadi tempat yang dicari setiap orang untuk berteduh dari lelahnya, yang akan selalu siap menyambut mereka dengan senyuman yang tulus dan kata-katanya bagaikan embun di tengah gersang. Ukhti muslimah, Saat ini kita terlalu lelah dengan berbagai kondisi yang sering tidak menentu. Maka jadilah antunna sebagai figur dambaan umat, yang dengan DIAM, antunna menjadi muslimah yang selalu dirindukan setiap orang. Wallahu'alam bishshowab. (ayyesha_yahya) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731303156831346?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731303156831346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731303156831346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731303156831346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731303156831346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/menjadi-muslimah-diams.html' title='Menjadi Muslimah Diams'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110731246936996203</id><published>2005-02-01T18:40:00.000-08:00</published><updated>2005-08-05T19:11:21.046-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Kecil Kebahagian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Assalamualaikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang. Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat. Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih. Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap. Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu. Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim. Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat. Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya. Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku". Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan. Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu? Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar. Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara! yang tidak prinsipiil. Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110731246936996203?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110731246936996203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110731246936996203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731246936996203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110731246936996203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/02/rahasia-kecil-kebahagian.html' title='Rahasia Kecil Kebahagian'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110853340688968805</id><published>2005-01-20T21:48:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T21:56:46.906-08:00</updated><title type='text'>Hanya 3 Hari Dalam Hidup ini</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Dalam hidup ini hanya ada 3 hari, yaitu        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Yang pertama;       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hari kemarin. (PAST)       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Yang kedua:       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hari esok. (FUTURE)       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hingga mentari esok hari terbit,       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak tahu apa yang akan terjadi.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Esok hari belum tiba; biarkan saja...       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Yang tersisa kini hanyalah :       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hari ini. (PRESENT)       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Pintu masa lalu telah tertutup;       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Pintu masa depan pun belum tiba.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;ketakutan akan esok hari.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;hanyalah permainan pikiran yang rumit.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hiduplah apa adanya.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;karena mungkin besok cerita sudah berganti.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah  diri anda sendiri       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110853340688968805?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110853340688968805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110853340688968805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853340688968805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853340688968805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/hanya-3-hari-dalam-hidup-ini.html' title='Hanya 3 Hari Dalam Hidup ini'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110853150995339891</id><published>2005-01-16T21:20:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T21:25:09.960-08:00</updated><title type='text'>Manfaat Puasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;“....Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah, 2:184). Ayat tersebut mengisyaratkan kepada manusia bahwa puasa mempunyai faedah bagi makhluk ciptaan-Nya, karena Dia-lah yang paling tahu mengenai anatomi tubuh dan kebutuhan tiap-tiap hamba-Nya. Tidak sedikit muslim yang menjalankan puasa hanya lantaran “pekewuh” dengan orang-orang disekitarnya. Ataupun Si Anu yang keluarganya tahu kalau ia puasa karena semalam ikut sahur, dan berbuka puasa saat Maghrib, namun di luar rumah ia membatalkan puasanya secara terang atau sembunyi. Naudzubillahi Mindzalik. Bagaimana dengan muslimin/mat yang terang-terangan tidak menjalankan puasa tanpa alasan yang dapat diterima syari’at. Mereka adalah para penantang Allah Azza wa Jalla yang nyata, biar Dia yang mengadili manusia seperti itu, karena sesungguhnya mereka telah menganiaya dirinya sendiri. Selain sebagai sarana pengendalian nafsu, puasa juga melatih kejujuran dan kesadaran ikhsan, kendati tiada orang yang melihat makan dan minum namun ia tidak mau membatalkan puasa karena Allah Maha Menatap. Salah satu manfaat lain puasa adalah kesehatan, sebagian orang lantas bertanya bagaimana mungkin puasa bisa sehat.Disadari bahwa sejak Syawal - Sya’ban (11 bulan) organ-organ tubuh manusia telah bekerja keras memproses makanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh, bahkan saat phisik tidurpun fungsi pencernaan tubuh tidak serta merta ikut tidur, mereka tetap bekerja, oleh karena itu untuk suatu masa tertentu organ-organ itu perlu disitirahkan. Istirahat itulah yang bernama “Puasa”. Sebagaimana halnya dengan pekerja yang harus menjalani cuti tahunan 12 hari kerja selama setahun. Menurut para ilmuwan, puasa adalah terapi pengobatan alami paling tua, pengurangan jumlah dan frekwensi makan menyebabkan liver lebih aktif dan leluasa melakukan pembersihan atau pembuangan racun (detoksifikasi) dari dalam tubuh. Dengan berkurangnya racun dalam tubuh, hal itu  akan meningkatkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh sehingga sel bisa memperbaiki diri dan meningkatkan fungsinya secara optimal. Lantas, bagaimana terjadinya proses detoksifikasi selama puasa?.Secara fisik, puasa mengistirahatkan organ-organ yang berkaitan dengan pencernaan termasuk lambung, usus, pankreas, empedu dan  liver. Liver adalah organ yang aktifitas metaboliknya paling tinggi. Selain berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan distributor zat-zat makanan yang diperlukan sel-sel tubuh kita, liver juga mengendalikan keluar masuknya racun pada tubuh kita. Secara bertahap dengan berkurangnya kalori saat berpuasa, liver akan mengubah glikogen (cadangan energi dari karbohidrat yang disimpan oleh hati) menjadi glukosa dan energi. Dengan berkurangnya jumlah glikogen karena puasa, maka tubuh akan menggunakan protein dalam otot sebagai penghasil glukosa dan energi dengan cara mengubah protein menjadi asam amino lebih dulu. Asam lemak digunakan paling akhir setelah energi dari protein mulai menipis. Seperti protein, lemak juga diubah dulu menjadi keton sebelum menjadi energi yang dapat digunakan otak, proses ini disebut ketosi.  Pada puasa, ketosis merupakan adaptasi tubuh untuk mencegah kekurangan protein akibat pembakaran.  (Anonim, 2003).Untuk melakukan penghematan energi, tubuh secara reflek mempertahankan diri dengan melakukan pengurangan beban, yaitu mulai melakukan pengurasan zat-zat bersifat racun bahkan yang sudah jauh merasuk ke dalam sel-sel tubuh yang paling dalam, dan juga ampas-ampas metabolisme seperti timbunan lemak, sel-sel aus, jaringan yang rusak, tumor dan berbagai bentuk jaringan abnormal lainnya dengan mengaktifkan organ-organ pembuangan. Proses ini disebut otolisasi, dan biasanya mulai terjadi pada hari ketiga. Dalam proses ini tubuh juga akan menstimulasi dan mempercepat pertumbuhan sel-sel baru, pada saat protein yang diperlukan disintesa ulang (recycle) dari sel-sel yang sudah aus. Dengan demikian kadar protein dalam darah tetap konstan dan normal selama puasa. Racun-racun dan ampas metabolisme yang tidak bisa direcycle dibuang oleh organ-organ pembuangan. Dalam proses ini, beberapa gejala pengeluaran racun dapat terlihat seperti warna urine yang lebih keruh, pengeluaran mukus atau lendir melalui hidung (ingus), tenggorokan (riak) dan berlanjut melalui usus besar. Dengan berkurangnya racun dalam tubuh akan meningkatkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh sehingga sel bisa memperbaiki diri dan meningkatkan fungsinya secara optimal. (Ibid, 2003). Mudah-mudahan hal ini menyadarkan  kita bahwa puasa itu sesungguhnya untuk diri kita juga. Semoga bermanfaat . Wattaquuni yaa ulil-albaab. Amin (fn).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110853150995339891?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110853150995339891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110853150995339891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853150995339891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853150995339891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/manfaat-puasa.html' title='Manfaat Puasa'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110853047137533394</id><published>2005-01-15T21:05:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T21:07:51.376-08:00</updated><title type='text'>Bekal Perjalanan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Wahai anak adamPerbanyaklah bekal sebab jalan sangat sukar sulit, perjalanan sangat jauh.Bersiaplah untuk berdiri di hadapan Alloh, karena sesungguhnya Sang Pencipta itu Maha Bijaksana. Perbagus perahu layar, sebab laut sangat dalam. Peringan beban, sebab jalan sangat kecil. Ikhlaskan amal, sebab pengkritik sanagt tajam penglhatannya. Nantikan tidurmu sampai ke liang kubur. Nantikan kegembiraanmu sampai ke timbangan. Nantikan syahwatmu sampai ke surga. Nantikan balasan amalmu sampai akhirat, dan kelezatanmu sampai mendapat bidadari. Dan jadilah kamu penolong agama Ku, Aku akan menjadi penolongmu. Mendekatlah padaku dengan menganggap hina keduniaan dan menjauhinya dan membenci manusia-manusia jahat, mencintai orang-orang baik, karena sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110853047137533394?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110853047137533394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110853047137533394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853047137533394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853047137533394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/bekal-perjalanan.html' title='Bekal Perjalanan'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110853025624801766</id><published>2005-01-10T21:03:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T21:04:16.250-08:00</updated><title type='text'>Rendah Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani berkatabahwa semakin kalian memandang diri kalian rendah,lebih baik bagimu.  “Aku adalah hamba Allah yangpaling hina.”  Maka Allah tidak akan membiarkan dirimuditingkat itu, melainkan akan mengangkat derajatkalian.  Hadits mengatakan bahwa orang yangmerendahkan hatinya di hadapan Allah Swt, maka Allahakan mengangkat derajatnya.  Sebaliknya, orang yang menyombongkan dirinya dihadapan Allah akan dijadikan hina oleh-Nya.  Ketikakalian datang ke suatu pertemuan, duduklah di barisanbelakang dan tunggu sampai orang lain mengundangmuuntuk maju.  Orang yang sombong selalu kecewa, tetapibagi orang yang rendah hati, tidak ada masalah jikatidak ada orang yang menunjukkan penghormatan yangpantas kepadanya.  Ini adalah suatu karakter yang baik, hatinya tentramdan dia menghormati semua orang.  Melalui ucapanseorang Mursyid, begitu banyak hal yang diambil daripundak kita.  Grandsyaikh berkata jika kalianmenempatkan dirimu setara dengan benda-benda mati,seperti bangku, karpet, atau kendi, kalian akan merasatentram.  Jika kalian melihat diri kalian setaraf seekor keledaimaka tidak mungkin kalian marah kepada orang lain yangberlaku kasar.  Kalian akan terbebas dari segalamasalah.  Gunung yang tinggi selalu mempunyai cuacayang keras dan selalu dihalau badai, tetapi tidakdemikian dengan dataran rendah.  Jika kalianmenempatkan diri dalam level seekor keledai, Allahakan mengangkatmu ke derajat tertinggi.Abu Bakar ash-Shiddiq ra orang nomor dua setelahRasulullah saw mempunyai iman yang lebih besardibandingkan dengan seluruh ummat yang lainnya. Beliau berkata, “Wahai Tuhanku, Aku tidak memandangdiriku lebih berhak untuk masuk Surga atau cukup kuatuntuk bisa bertahan di Neraka.  Aku memohon ampunandan nikmat-Mu.”  Ini adalah kata-kata Sultan, dan dia adalah sultannya kata-kata.Wa min Allah at Taufiq&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110853025624801766?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110853025624801766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110853025624801766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853025624801766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110853025624801766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/rendah-hati.html' title='Rendah Hati'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852878825584935</id><published>2005-01-08T20:29:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T20:39:48.260-08:00</updated><title type='text'>Keberkahan Sahur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Keberkahan SahurRasulullah SAW bersabda, "Sahur adalah makanan berkah,maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorangdari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah danpara malaikat bersalawat atas orang-orang yangbersahur". (HR Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;u&gt;Penjelasan:&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Ada dua kata kunci dalam hadis tersebut, yaitu sahurdan keberkahan. Sahur adalah "ritual" menyantap makanansaat menjelang fajar dan sebelum subuh bagi orang-orangyang akan menunaikan ibadah shaum. Sahur termasuk salahsatu amalan sunnah yang dianjurkan (sunnah muakad).Kata kedua adalah keberkahan. Apa yang dimaksud dengankeberkahan atau berkah? Menurut Ar-Raghib Al-Asfahannyberkah berarti tetapnya kebaikan Allah terhadap sesuatu.Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mendefinisikan berkah sebagaikenikmatan atau tambahan. Berkah pun, masih menurutIbnul Qayyim, mengandung hakikat sebagai kebaikan yangbanyak dan terus menerus yang tidak berhak memilikisifat tersebut kecuali Allah Tabaraka wa Ta'ala.Sedangkan Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengartikanberkah sebagai kebaikan yang banyak dan tetap.Dari makna-makna tersebut kita dapat mengambilkesimpulan bahwa berkah atau keberkahan adalah suatusifat yang di dalamnya mengandung kebaikan. Berkah bisaberkaitan dengan perbuatan atau ucapan, tempat, danwaktu. Sahur adalah perkara yang setidaknya mengandungdua keberkahan, yaitu keberkahan dalam hal perbuatan dankeberkahan dalam hal waktu pelaksanaan.Berkaitan dengan keberkahan sahur sebagai perbuatan,Rasulullah SAW bersabda: ''Dari Anas bin Malik RARasulullah SAW bersabda, "Makan sahurlah kalian, karenapada makan sahur itu terdapat keberkahan". Juga hadisdari Ahmad dan An-Nasai, "Sesungguhnya dia (makan sahur)adalah berkah yang diberikan Allah kepada kalian, makajangan kalian meninggalkannya".Demikian utamanya sahur, sampai-sampai Rasulmenganjurkan kita untuk tidak meninggalkannya walauhanya dengan seteguk air saja. "Jangan kalian tinggalkan(sahur) walaupun salah seorang dari kalian hanya menegukseteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawatatas orang-orang yang bersahur".Berkaitan dengan waktu, keberkahan sahur terjadi karenadilakukan di sepertiga malam terakhir. Inilah waktumustajabnya doa; saat Allah SWT "turun" ke bumi; dansaat orang-orang beriman biasa melakukan Qiyamul Lail(QS Al-Israa: 79). Bila dua keberkahan (perbuatan danwaktu) menjadi satu, maka sangat rugi bila kitamengabaikannya.Lalu, bagaimana caranya agar sahur kita menjadimaksimal? Intinya, kita harus menambah porsi zikir padasaat sahur dibanding porsi makanan yang kita konsumsi.Karena itu, sangat dianjurkan bila sebelum makan sahurkita berwudhu terlebih dulu, shalat, berdoa, dan zikir.Bukankah Rasul pernah bersabda, "Rabb kita Tabaraka waTa'ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketikatersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman:'Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya.Siapa yang minta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dansiapa yang meminta ampun kepada-Ku, Aku akanmengampuninya'." (HR Bukhari). Yang juga harusdiperhatikan, sahur bisa diakhirkan, jangan berlebihan,dan setelah sahur jangan tidur lagi. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852878825584935?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852878825584935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852878825584935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852878825584935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852878825584935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/keberkahan-sahur.html' title='Keberkahan Sahur'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852770655308535</id><published>2005-01-06T20:15:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T20:21:46.556-08:00</updated><title type='text'>Izinkan aku menciumu Bu..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku 'dipaksa' membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852770655308535?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852770655308535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852770655308535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852770655308535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852770655308535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/izinkan-aku-menciumu-bu.html' title='Izinkan aku menciumu Bu..'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852542811991238</id><published>2005-01-03T19:37:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T19:43:48.123-08:00</updated><title type='text'>Zikir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Zikir, secara harfiah berarti ingat dan sebut. Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan. Zikrullah berarti mengingat dan menyebut Allah. Adapun perpaduan keduanya barulah makna awal dari "khusyuk".Zikir, terdiri dari empat bagian yang saling terikat, tidak terpisahkan, yaitu : zikir lisan (ucapan), zikir kalbu (merasakan kehadiran Allah), zikir 'aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam), dan zikir amal (taqwa : patuh dan taat terhadap perintah Allah dan meninggalkan laranga-Nya). Idealnya zikir itu berangkat dari kekuatan hati, ditangkap oleh akal, dan di buktikan dengan ketaqwaan, amal nyata didunia ini.Zikir, adalah perintah Allah SWT kepada orang-orang yang beriman (QS al-ahzab: 41-42). Maka orang yang beriman adalah orang yang banyak berzikir. Kurang iman, kurang zikir. Tidak beriman tidak akan berzikir. Berzikir berarti taat pada perintah Allah. Prakteknya bisa jadi dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring (QS Ali Imran: 191), di Masjid (QS An-Nur: 36), Mushala, rumah, kantor, atau jalanan sekalipun, dan bisa dilakukan sendiri-sendiri (QS al-A'raf: 205), atau berjamaah (dalam majelis).Rasulullah SAW bahkan menyebut majelis zikir sebagai taman surga. Beliau bersabda, "Apabila kalian melewati taman surga, maka bersimpuhlah. "Para sahabat bertanya, "Apa itu taman surga?" Beliau menjawab, "Yaitu majelis zikir." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).Zikir, adalah pangkal ketenangan dan kedamaian (QS ar-Ra'd: 28). Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian (as-Salam). Maka untuk mencapai ketenangan dan kedamaian itu jalannya adalah mendatangi sumbernya dan membersamakan diri dengan-Nya. Zikir itulah jalan pembersamaan (ma'iyyatullah). Adapun meninggalkan zikir sama dengan membuka keleluasaan bagi setan untuk menungganginya. (QS Az-Zukhruf: 36), menciptakan kepengapan hidup serta membutakan mata hati (QS Thaha: 124). Selain sebagai wujud ketaatan, zikir merupakan identitas utama seorang mukmin (QS al-Anfal: 2).Sejatinya, Zikir membentuk pribadi  yang bertaqwa. Yaitu amat taat terhadap perintah Allah dan berjuang maksimal menjauhi larangan Allah. Orang yang berzikir sadar betul bahwa ia senantiasa berada dibawah tatapan dan perhatian-Nya. Jama'ah yang duduk berzikir menyebut nama Allah pasti dikelilingi malaikat, Rahmat akan tercurah pada mereka, ketentraman diturunkan pada mereka dan Allah menyebut nama mereka pada sesuatu yang berada disisi-Nya. (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852542811991238?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852542811991238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852542811991238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852542811991238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852542811991238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/zikir.html' title='Zikir'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10567984.post-110852466769204410</id><published>2005-01-01T19:23:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T19:31:07.706-08:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Sering kali aku berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;ketika orang memuji milikku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bahwa mobilku hanya titipan Nya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bahwa rumahku hanya titipan Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bahwa hartaku hanya titipan Nya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bahwa putraku hanya titipan Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;tetapi,mengapa aku tak pernah bertanya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;mengapa Dia menitipkan padaku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Dan kalau bukan milikku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Ketika diminta kembali,kusebut itu sebagai musibah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;kusebut itu sebagai ujian,kusebut itu sebagai petaka,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;kusebut dengan panggilan apa sajauntuk melukiskan bahwa itu adalah derita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Ketika aku berdoa,kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Seolah ...semua "derita" adalah hukuman bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Seolah ...keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;aku rajin beribadah,maka selayaknyalah derita menjauh dariku,dan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Nikmat dunia kerap menghampiriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,dan bukan Kekasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Gusti,padahal tiap hari kuucapkan,hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;ketika langit dan bumi bersatu,bencana dan keberuntungan sama saja"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10567984-110852466769204410?l=coretanimot.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanimot.blogspot.com/feeds/110852466769204410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10567984&amp;postID=110852466769204410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852466769204410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10567984/posts/default/110852466769204410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanimot.blogspot.com/2005/01/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>imot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10115002115027727259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
